This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

MALAIKAT-MALAIKAT DI SEKITAR KITA

Cerewet, nyinyir, menyebalkan, sok ngatur. Itu barangkali  yang terlintas di pikiran jika ada seseorang karena  suka sok menasehati. Perasaan tak senang semakin bertamb ah  jika orang tersebut   teruis-menerus   mengulang perkataannya. Kalau bisa ingin rasanya menghindar supaya tak lagi mendengar kicauannya.
Walaupun sulit kita tak mungkin terus menghindar. Selain buang energy, bukan tak mungkin suatu saat kita memang harus  berurusan dengan dengan orang itu. Salah satu cara menghadapinya orang yang mengesalkan kita bisa dengan mencoba memandangnya sebagai sosok   yang berbeda, sosok malaikat misalnya. Haaaa? Sepanjang sejarah sepertinya belum pernah ada malaikat cerewet deh.
Biasanya malaikat digambarkan sebagai sosok yang tenang, rupawan, bersayapp dan diselimiuti cahaya berilau. Malaikat diutus Tuhan untuk menjaga dan membimbing manusia agar selalu berada  di jalanNya dan dalam lindunganNya.  Sayang hanya segelintir manusa yang  beruntung mendapat pengalaman rohani bertemu dengan malaikat yang sesungguhnya.
Orang-orang yang cerewet dengan segudang nasehatnya  bisa dibilang tengah menjalankan  tugas   sebagain malaikat pelindung. Kecerewetan memang membuat mereka tak seanggun malaikat sejati  dan cenderung bikin kesal .  Perkataannya pun belum tentu semua benar atau bisa dilaksanakan karena sering juga nasehat   mereka merembet ke masalah lain yang tidak perlu. Tapi jika kita mau jujur pasti ada segi positif dari kecerewetan mereka yang ujung-ujungnya bertujuan menghindarkan kita dari hal-hal buruk
Banyak diantara mereka yang kita anggap cerewet biasanya justru selalu ada saat kita menemui kesulitan.  Tanpa memikirkan sakit hati karena omongannya (yang belakangan terbukti benar) sudah diangap angin lalu, tak segan mereka menolong kita bangkit dari keterpurukan  dan menuntun kembali ke jalanNya.
Sering kita dengar cerita seorang ibu yang melarang putrinya berpacaran karena menganggap sang pacar bukan pria yang baik. Didasari naluri untuk melindungi , si ibu tak bosan mencereweti mengingatkan putrinya untuk menjauhi sang pacar. Sementara si putri yang tengah mabuk kepayang biasanya justru menjauhi si ibu. Tapi jika kelak terbukti si putri diperdaya atau disakiti pacarnya, si ibu dengan tangan terbuka tetap menerima dan menolongnya (meskipun sambil diiringi omelan juga).
Itu hanya satu contoh dari banyak keberadaan  “malaikat cerewet” di sekitar kita. Dewi Lestari  dalam lagu Malaikat Juga Tahu menyebutkan “  karena tak kau lihat terkadang malaikat, tak bersayap…tak cemerlang…tak rupawan ….”.  Jadi mengapa tidak kita coba memandang orang-orang yang cerewet, nyinyir dan suka sok nasehatin sebagai malaikat yang dikirim Tuhan. Alih-alih capek terus menghindari orang yang menurut kita menyebalkan justru kita terhinndar dari hal-hal buruk yang mencelakai diri.

0 komentar:

Poskan Komentar