Rotorua, New Zealand
Terletak pada sebuah kaldera yang bernama sama membuat aktivitas geothermal yang terjadi di kota Rotorua menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Pelepasan senyawa sulphur ke atmosfer akibat aktivitas geothermal ini membuat Rotorua yang berada di wilayah North Island, Selandia Baru, terkenal dengan aroma telur busuknya. Geyser, danau lumpur yang bergolak, mata air panas dan desa terbenam Te Wairoa serta hamparan air bersemburat warna dari kuning, jingga hingga hijau adalah obyek-obyek wisata yang ditawarkan kota ini.
Spotted Lake, Osoyoos, British Columbia
Spotted Lake yang berada di barat laut Osoyoos ,British Columbia terkenal dengan totol-totol yang muncul saat musim panas. Totol-totol raksasa ini terbentuk akibat penguapan sebagian besar air danau yang meninggalkan berbagai mineral yang mengkristal. Warna totol-totol ini berbeda-beda tergantung dari komposisi mineral pembentuknya saat itu. Tapi kebanyakan terbentuk dari kristalisasi magnesium sulfate
0
komentar
JIKA ADA KEMAUAN SEMUA BANK BISA MELAYANI NASABAH PENYANDANG CACAT
Selama ini kita dianjurkan untuk menyimpan kelebihan uang yang dimiliki di bank demi alasan keamanan dan sebagai salah satu bentuk investasi. Tapi pelaksanaan anjuran yang sangat baik itu terrnyata bagi sebagian penyandang cacat tidak semudah yang dibayangkan.Ada beberapa hambatan yang diterima penyandang cacat,terutama tuna netra, dari pihak bank saat ingin membuka rekening bank atas nama sendiri.
Rachel, seorang tuna netra ditolak saat ingin membuka rekening di sebuah bank
besar karena tak mampu tanda tangan yang selalu sama persis.Pihak bank hanya mau menerima jika rekening dibuka atas nama dua orang sehingga ada pihak lain yang bertanggungjawab seandainya ada keraguan karena perbedaan tanda tangan.Tentu saja ini akan membuatnya menjadi tergantung dengan orang lain.”Sulit sekali ya bagi orang cacat bisa mandiri dan punya privacy di bidang keuangan,”tandas Rachel mengenai hal tersebut.
Alasan lain pihak bank mengharuskan calob nasabah tuna netra membawa pendamping adalah karena mereka tidak bisa langsung melihat dan memastikan sendiri angka yang tertera dalam buku rekeningnya sehingga akan mengalami kesulitan mengontrol rekeningnya.
Keamanan memang seringkali dikedepankan dalam memberikan pelayanan yang berbeda terhadap calon nasabah penyandang cacat. Pihak bank ingin mencegah penyalahgunaan rekening nasabahnya yang cacat dan kemungkinan terjadinya tuntutan sehubungan hal tersebut di kemudian hari.
Maksud pihak bank memang baik tapi cara pelayanan yang diberikan seringkali dapat menyinggung perasaaan calon nasabah.”Awalnya tak ada masalah. Tapi begitu tahu saya tuna netra, pihak bank hanya membolehkan membuka rekening atas nama dua orang,”cerita Febrianti Wardhani tentang perlakuan diskriminnatif sebuah bank terhadap dirinya.
Persyaratan seorang calon nasabah tuna netra membuka rekening atas nama dua orang dan harus membawa pendamping saat berurusan dengan bank memang cenderung diskriminatif karena sama saja menempatkan calon nasabah sebagai orang di bawah umur dan tidak cakap mental secara hukum.
Ignatius Wiwid, seorang tuna netra yang pernah diipersulit sebuah bank berpendapat,”Alasan yang diberikan mengada-ada. Mereka tidak berusaha memberikan pilihan lain pelayanan karena tidak mau repot.”
Menurut Wiwid, jika ada kemauan pihak bank bisa melayani para nasabah penyandang cacat dengan berbagai cara termasuk cara konvensional.”Mengharuskan nasabah tuna netra mempunyai pendamipng kiarena tak bisa membaca sendiri tulisan di mesin ATM saat mengambil uang sangat tidak masuk akal. Sebelum ada mesin ATM, orang bisa menarik uang menggunakan slip penarikan,”tambah Wiwid.
Cara-cara konvensional memang kerap dilupakan bank-bank besar dalam memberi alternative pelayanan kepada calon nasabah yang berkebutuhan khusus. Cap jari misalnya bisa menggantikan penggunaan tanda tangan. Dan pihak bank tidak perlu memiliki finger print scanner karena jumlah nasabah pengguna cap jari di setiap kantor cabang bank, terutama di kota-kota besar, tidak sampai satu persen dari total nasabah di kantor cabang tersebut.
Bank Indonesia memang belum membuat regulasi khusus mengenai pelayanan penyandang cacat sehingga kebijakan pelayanan setiap bank berbeda-beda.Bahkan di bank yang sama pun antara satu kantor cabang dengan yang lain bisa saja menerapkan kebijakan berbeda. Pengalaman Ferry Situngkir membuktikan hal tersebut. Ia berhasil membuka rekening atas nama sendiri di sebuah bank swasta yang selama ini terkenal sulit ditembus calon nasabah penyandang cacat, khususnya tuna netra.”Meskipun tuna netra tapi saya bisa tanda tangan yang selalu sama persis. Barangkali itu sebabnya saya diterima, ”jelas Ferry.
BI memang perlu segera mengeluarkan regulasi pelayanan perbankan yang sama bagi penyandang cacat, khususnya cacat netra. Tujuannya, agar mereka tak mendapatkan perlakuan diskriminatif dan kesulitan saat membuka rekening di bank pilihannya serta bisa dijadikan dasar hukum untuk complain jika terjadi tindak diskriminatif.
Mewakili para penyandang cacat Ferry menyarankan,”Perlu ada pelatihan tentang disabilitas bagi pengelola bank terutama para customer service dan teller yang merupakan ujung tombak perusahaan. Sehingga mereka tahu kebutuhan sesungguhnya calon nasabah penyandang cacat dan dapat memberikan berbagai alternative pelayanan sesuai kebutuhan mereka.”
Berbagai jasa perbankan yang didukung kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat sangat membantu kita dalam melakukan berbagai kegiatan bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan hidup. Para penyadang cacat juga berhak memanfaatkan kemajuan teknolgi jasa perbankan untuk mendukung kemandirian hidup mereka.Tak ada alasan mempersulit penyandang cacat membuka rekening karena mereka pun bisa menjadi pendukung kesuksesan bank pilihannya. Bukankah kesuksesan sebuah bank juga tergantung dukungan dan loyalitas nasabahnya?
(wahjoe wigati) 2 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.56
Rachel, seorang tuna netra ditolak saat ingin membuka rekening di sebuah bank
besar karena tak mampu tanda tangan yang selalu sama persis.Pihak bank hanya mau menerima jika rekening dibuka atas nama dua orang sehingga ada pihak lain yang bertanggungjawab seandainya ada keraguan karena perbedaan tanda tangan.Tentu saja ini akan membuatnya menjadi tergantung dengan orang lain.”Sulit sekali ya bagi orang cacat bisa mandiri dan punya privacy di bidang keuangan,”tandas Rachel mengenai hal tersebut.
Alasan lain pihak bank mengharuskan calob nasabah tuna netra membawa pendamping adalah karena mereka tidak bisa langsung melihat dan memastikan sendiri angka yang tertera dalam buku rekeningnya sehingga akan mengalami kesulitan mengontrol rekeningnya.
Keamanan memang seringkali dikedepankan dalam memberikan pelayanan yang berbeda terhadap calon nasabah penyandang cacat. Pihak bank ingin mencegah penyalahgunaan rekening nasabahnya yang cacat dan kemungkinan terjadinya tuntutan sehubungan hal tersebut di kemudian hari.
Maksud pihak bank memang baik tapi cara pelayanan yang diberikan seringkali dapat menyinggung perasaaan calon nasabah.”Awalnya tak ada masalah. Tapi begitu tahu saya tuna netra, pihak bank hanya membolehkan membuka rekening atas nama dua orang,”cerita Febrianti Wardhani tentang perlakuan diskriminnatif sebuah bank terhadap dirinya.
Persyaratan seorang calon nasabah tuna netra membuka rekening atas nama dua orang dan harus membawa pendamping saat berurusan dengan bank memang cenderung diskriminatif karena sama saja menempatkan calon nasabah sebagai orang di bawah umur dan tidak cakap mental secara hukum.
Ignatius Wiwid, seorang tuna netra yang pernah diipersulit sebuah bank berpendapat,”Alasan yang diberikan mengada-ada. Mereka tidak berusaha memberikan pilihan lain pelayanan karena tidak mau repot.”
Menurut Wiwid, jika ada kemauan pihak bank bisa melayani para nasabah penyandang cacat dengan berbagai cara termasuk cara konvensional.”Mengharuskan nasabah tuna netra mempunyai pendamipng kiarena tak bisa membaca sendiri tulisan di mesin ATM saat mengambil uang sangat tidak masuk akal. Sebelum ada mesin ATM, orang bisa menarik uang menggunakan slip penarikan,”tambah Wiwid.
Cara-cara konvensional memang kerap dilupakan bank-bank besar dalam memberi alternative pelayanan kepada calon nasabah yang berkebutuhan khusus. Cap jari misalnya bisa menggantikan penggunaan tanda tangan. Dan pihak bank tidak perlu memiliki finger print scanner karena jumlah nasabah pengguna cap jari di setiap kantor cabang bank, terutama di kota-kota besar, tidak sampai satu persen dari total nasabah di kantor cabang tersebut.
Bank Indonesia memang belum membuat regulasi khusus mengenai pelayanan penyandang cacat sehingga kebijakan pelayanan setiap bank berbeda-beda.Bahkan di bank yang sama pun antara satu kantor cabang dengan yang lain bisa saja menerapkan kebijakan berbeda. Pengalaman Ferry Situngkir membuktikan hal tersebut. Ia berhasil membuka rekening atas nama sendiri di sebuah bank swasta yang selama ini terkenal sulit ditembus calon nasabah penyandang cacat, khususnya tuna netra.”Meskipun tuna netra tapi saya bisa tanda tangan yang selalu sama persis. Barangkali itu sebabnya saya diterima, ”jelas Ferry.
BI memang perlu segera mengeluarkan regulasi pelayanan perbankan yang sama bagi penyandang cacat, khususnya cacat netra. Tujuannya, agar mereka tak mendapatkan perlakuan diskriminatif dan kesulitan saat membuka rekening di bank pilihannya serta bisa dijadikan dasar hukum untuk complain jika terjadi tindak diskriminatif.
Mewakili para penyandang cacat Ferry menyarankan,”Perlu ada pelatihan tentang disabilitas bagi pengelola bank terutama para customer service dan teller yang merupakan ujung tombak perusahaan. Sehingga mereka tahu kebutuhan sesungguhnya calon nasabah penyandang cacat dan dapat memberikan berbagai alternative pelayanan sesuai kebutuhan mereka.”
Berbagai jasa perbankan yang didukung kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat sangat membantu kita dalam melakukan berbagai kegiatan bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan hidup. Para penyadang cacat juga berhak memanfaatkan kemajuan teknolgi jasa perbankan untuk mendukung kemandirian hidup mereka.Tak ada alasan mempersulit penyandang cacat membuka rekening karena mereka pun bisa menjadi pendukung kesuksesan bank pilihannya. Bukankah kesuksesan sebuah bank juga tergantung dukungan dan loyalitas nasabahnya?
(wahjoe wigati) 2 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.56
PILAH PILIH KAMERA DIGITAL
Kamera digital dengan bermacam-macam fitur yang dimiliki memudahkan kita melakukan pendokumentasian suatu hal yang sangat penting.Para pengguna yang termasuk kategori pemula seringkali bingung untuk memilih kamera digital yang sesuai dengan kebutuhan.. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan calon pengguna sebelum berburu kamera digital.
1. Resolusi Dan Megapixel
Resolusi ini merujuk pada banyaknya piksel yang bekerja sama membuat suatu foto. Semakin besar resolusi maka hasil foto juga semakin baik. Sebuah kamera digital 2 megapixel dengan resolusi 640x480 sudah memadai untuk membuat foto sehari-hari yang bisa dilihat di layar komputer dan dikirim via e-mail serta bisa dicetak sampai dengan ukuran 6R. Untuk mencetak yang lebih besar lagi, sebaiknya pilih yang bermegapixel dan resolusi lebih besar, agar gambar tidak pecah dan buram. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal,
2. Lampu kilat (flash)
Lampu kilat, baik yang otomatis maupun yang manual, sebagai pendukung pencahayaan biasanya sudah terintegrasi pada hampir semua kamera digital. Fitur tambahan seperti pengurang efek mata merah. dan pilihan pengambilan gambar di malam hari atau night scene sangat penting diperhatikan jika anda memang membutuhkannya..
3. Layar LCD
Sebaiknya pilih layar LCD dengan resolusi yang cukup besar dan ukuran layar yang tidak terlalu kecil, agar gambar dan warna bisa tampil maksimal dan tampak lebih natural sehingga memudahkan. Anda melihat dan menghapus gambar yang tidak diinginkan.
4. Self-timer
Self timer yang lamanya biasanya bisa mencapai 10 detik berguna untuk memudahkan memotret gambar diri . Untuk mengambil gambar dalam keadaan cahaya yang kurang, penggunaan self timer sangat membantu karena bisa mengurangi guncangan akibat tekanan pada tombol pengambilan gambar.
5. Daya tahan baterai
Pemakaian kamera yang menggunakan battery lithium tidak terlalu merepotkan cukup dicharge setelah selesai dipakai. Bebeberapa kamera menggunakan batterai jenis AA sehingga baterai Alkaline, atau baterai yang bisa diisi ulang bisa menjadi pilihan. Tapi sebaiknya menggunakan battery jenis isi ulang yang meskipun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan Alkaline, tetapi kemampuan isi ulangnya bisa sampai 500x pemakaian normal.Tetapi berhati-hatilah , karena sekarang sudah banyak beredar baterai isi ulang jenis AA palsu dipasaran
6. Koneksi
Perhatikan apakah kamera digital Anda bisa berhubungan dengan perangkat digital lainnya seperti televisi, printer, PC atau Mac. dengan adanya USB kabel. Beberapa kamera digital Canon, Hewleet-Packard, Seiko Epson Corporation, Olympus Optical Company, Fuji Photo Film Corporation dan Sony Corporation sudah mendukung PictBridge yang membuat Anda leluasa mencetak gambar langsung dari kamera digital meski mereknya berbeda.
7. Optical Zoom dan Digital Zoom
Perbesaran gambar secara optical berbeda dengan digital zoom.. Rata-rata kamera digital mempunyai fasilitas digital zoom, namun hasil perbesaran nya mengakibatkan hasil foto menjadi pecah dan tidak jelas.. Kamera digital dengan fasilitas optical zoom sangat berguna untuk pengambilan gambar jarak jauh. Usahakan mendapatkan kamera dengan minimal 2x optical zoom dan jika tidak terpaksa hindari pemakaian digital zoom. Digital zoom dapat juga di lakukan dengan software di PC.
8. Perhatikan Memory Storagenya
Beberapa kamera mempunyai internal memory didalamnya, tetapi biasanya kapasitasnya tidak terlalu besar. Kita dapat memberikan tambahan memory sesuai dengan kebutuhan asalkan kamera digital dilengkapi dengan port untuk memory external, sehingga . Jenis dan bentuk memory bermacam-macam biasanya disesuaikan dengan jenis kamera digital tersebut. Semakin besar kapasitas memory storage, maka harganya akan semakin mahal juga.
9. Pertimbangkan membeli card reader
Card reader adalah alat tambahan untuk membaca memory card pada kamera digital yang menghemat waktu untuk transfer foto dari kamera ke komputer . Dengan menggunakan card reader, umur battery juga bisa dihemat karena kamera tidak perlu dihidupkan (on).
10. Waktu operasi
Pilih kamera digital yang tidak butuh waktu terlalu banyak setelah jeda pengambilan gambar.
11. Fitur tambahan
Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur tambahan, antara lain kemampuan untuk merekam gambar bergerak (video). Tapi kemampuan untuk merekam dan hasil rekaman videonya tidak akan bisa maksimal, karena kamera digital didesign hanya untuk menghasilkan foto diam secara maksimum.
12. Kalkulasi harga dan garansi
Selain mempertimbangkan harga kamera digital itu sendiri, jangan lupa untuk mengkalkulasi harga perangkat pendukung lainnya seperti baterai isi ulang dan adapter AC. Perhatikan juga garansi yang diberikan penjual.
13. Cobalah kamera tersebut sebelum membeli
Kamera digital dilengkapi dengan berbagai menu dan tombol-tombol pengontrol. Beberapa kamera mudah dioperasikan dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat anda simpulkan jika sudah mencobanya..
14. Cari informasi sebanyak-banyaknya
Ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan kekurangan dari kamera yang diinginkan agar tak menyesal setelah membeli.
(Wahjoe wigati/dari berbagai sumber) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.51
1. Resolusi Dan Megapixel
Resolusi ini merujuk pada banyaknya piksel yang bekerja sama membuat suatu foto. Semakin besar resolusi maka hasil foto juga semakin baik. Sebuah kamera digital 2 megapixel dengan resolusi 640x480 sudah memadai untuk membuat foto sehari-hari yang bisa dilihat di layar komputer dan dikirim via e-mail serta bisa dicetak sampai dengan ukuran 6R. Untuk mencetak yang lebih besar lagi, sebaiknya pilih yang bermegapixel dan resolusi lebih besar, agar gambar tidak pecah dan buram. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal,
2. Lampu kilat (flash)
Lampu kilat, baik yang otomatis maupun yang manual, sebagai pendukung pencahayaan biasanya sudah terintegrasi pada hampir semua kamera digital. Fitur tambahan seperti pengurang efek mata merah. dan pilihan pengambilan gambar di malam hari atau night scene sangat penting diperhatikan jika anda memang membutuhkannya..
3. Layar LCD
Sebaiknya pilih layar LCD dengan resolusi yang cukup besar dan ukuran layar yang tidak terlalu kecil, agar gambar dan warna bisa tampil maksimal dan tampak lebih natural sehingga memudahkan. Anda melihat dan menghapus gambar yang tidak diinginkan.
4. Self-timer
Self timer yang lamanya biasanya bisa mencapai 10 detik berguna untuk memudahkan memotret gambar diri . Untuk mengambil gambar dalam keadaan cahaya yang kurang, penggunaan self timer sangat membantu karena bisa mengurangi guncangan akibat tekanan pada tombol pengambilan gambar.
5. Daya tahan baterai
Pemakaian kamera yang menggunakan battery lithium tidak terlalu merepotkan cukup dicharge setelah selesai dipakai. Bebeberapa kamera menggunakan batterai jenis AA sehingga baterai Alkaline, atau baterai yang bisa diisi ulang bisa menjadi pilihan. Tapi sebaiknya menggunakan battery jenis isi ulang yang meskipun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan Alkaline, tetapi kemampuan isi ulangnya bisa sampai 500x pemakaian normal.Tetapi berhati-hatilah , karena sekarang sudah banyak beredar baterai isi ulang jenis AA palsu dipasaran
6. Koneksi
Perhatikan apakah kamera digital Anda bisa berhubungan dengan perangkat digital lainnya seperti televisi, printer, PC atau Mac. dengan adanya USB kabel. Beberapa kamera digital Canon, Hewleet-Packard, Seiko Epson Corporation, Olympus Optical Company, Fuji Photo Film Corporation dan Sony Corporation sudah mendukung PictBridge yang membuat Anda leluasa mencetak gambar langsung dari kamera digital meski mereknya berbeda.
7. Optical Zoom dan Digital Zoom
Perbesaran gambar secara optical berbeda dengan digital zoom.. Rata-rata kamera digital mempunyai fasilitas digital zoom, namun hasil perbesaran nya mengakibatkan hasil foto menjadi pecah dan tidak jelas.. Kamera digital dengan fasilitas optical zoom sangat berguna untuk pengambilan gambar jarak jauh. Usahakan mendapatkan kamera dengan minimal 2x optical zoom dan jika tidak terpaksa hindari pemakaian digital zoom. Digital zoom dapat juga di lakukan dengan software di PC.
8. Perhatikan Memory Storagenya
Beberapa kamera mempunyai internal memory didalamnya, tetapi biasanya kapasitasnya tidak terlalu besar. Kita dapat memberikan tambahan memory sesuai dengan kebutuhan asalkan kamera digital dilengkapi dengan port untuk memory external, sehingga . Jenis dan bentuk memory bermacam-macam biasanya disesuaikan dengan jenis kamera digital tersebut. Semakin besar kapasitas memory storage, maka harganya akan semakin mahal juga.
9. Pertimbangkan membeli card reader
Card reader adalah alat tambahan untuk membaca memory card pada kamera digital yang menghemat waktu untuk transfer foto dari kamera ke komputer . Dengan menggunakan card reader, umur battery juga bisa dihemat karena kamera tidak perlu dihidupkan (on).
10. Waktu operasi
Pilih kamera digital yang tidak butuh waktu terlalu banyak setelah jeda pengambilan gambar.
11. Fitur tambahan
Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur tambahan, antara lain kemampuan untuk merekam gambar bergerak (video). Tapi kemampuan untuk merekam dan hasil rekaman videonya tidak akan bisa maksimal, karena kamera digital didesign hanya untuk menghasilkan foto diam secara maksimum.
12. Kalkulasi harga dan garansi
Selain mempertimbangkan harga kamera digital itu sendiri, jangan lupa untuk mengkalkulasi harga perangkat pendukung lainnya seperti baterai isi ulang dan adapter AC. Perhatikan juga garansi yang diberikan penjual.
13. Cobalah kamera tersebut sebelum membeli
Kamera digital dilengkapi dengan berbagai menu dan tombol-tombol pengontrol. Beberapa kamera mudah dioperasikan dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat anda simpulkan jika sudah mencobanya..
14. Cari informasi sebanyak-banyaknya
Ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan kekurangan dari kamera yang diinginkan agar tak menyesal setelah membeli.
(Wahjoe wigati/dari berbagai sumber) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.51
INTAN SARTIKA PENDERITA DOWN SYNDROME YANG BERPRESTASI
KARENA IBU YANG PALING TAHU KEADAAN ANAKNYA
Seperti orang tua yang lainnya,pasangan Januar Tasmaan dan Maisi Wiriadi tentu berharap anak-anak mereka terlahir sehat dan normal. Tapi Tuhan berkehendak lain. Putri bungsu mereka yang lahir pada 5 September 1981ternyata mengalami down syndrome (DS).
Dengan ketegaran yang menakjubkan, Maisi langsung dapat menerima putrinya apa adanya. “Tak setetespun air mata saya keluar. Bahkan saya bersyukur dan berjanji pada Tuhan untuk merawat anak ini sebaik mungkin,”jelas Maisi mengenai perasaannya saat itu.Dan syukurlah suami dan 2 anaknya yang lain juga menyambut kehadiran sang bayi dengan tangan terbuka. Dengan harapan kelak dapat menjadi cahaya bagi orang-orang sekitarnya serta menjadi seorang pendidik dan tokoh panutan seperti Dewi Sartika, bayi mungil itu diberi nama Intan Sartika.
Maisi menyadari ia butuh dukungan keluarga karena ia belum mempunyai cukup infomasi mengenai merawat anak DS. Hanya kata-kata dari seorang dokter yang menjadi pegangannya yaitu untuk merawat Intan perlu kerja keras, banyak membaca buku dan yang terpenting harus kreatif.Bersama suami dan dua kakak Intan, Maisi berbagi tugas. Sang suami bertugas utama mencari nafkah karena Intan perlu berbagai terapi dengan biaya tak sedikit. Sedang Maisi dibantu 2 kakak Intan bertugas merawat dan mendidik Intan di rumah.
Anak DS sulit menangkap penjelasan bersifat abstrak tapi daya ingat yang kuat, memudahkan mereka mempelajari sesuatu dengan cara melihat dan mencontoh langsung.Paham akan hal tersebut Maisi berusaha menciptakan lingkungan rumah dan keluarga yang positif yang dapat mendukung pendidikan kemandirian dan budi pekerti Intan.
Untuk mengajari jenis baju dan waktu pemakaiannya misalnya, Maisi menempelkan gambar suasana pagi hari atau malam hari sesuai isi laci pakaian Intan.Atau untuk melatih motorik halus dan daya konsentasi serta kesabaran, Maisi menyuruh Intan merobek kertas sesuai garis-garis yang telah ia buat sebelumnya.
Sedang untuk pendidikan budi pekerti diberikan lewat tindakan nyata semua anggota keluarga Sehingga Intan yang terbiasa melihat orang tua dan kakak-kakaknya selalu disiplin, bertangggung jawab atas kewajiban serta bersikap sopan, juga melakukan hal yang sama.
Kreativitas seorang ibu dalam mendidik anak DS memang sangat penting.”Karena ibu yang paling tahu keadaan anaknya, maka ia harus kreatif mencari cara mendidik yang paling mudah dimengerti anaknya,”jelas Maisi.
Kejelian seorang ibu dalam melihat dan mengembangkan potensi anak DS menentukan keberhasilan mereka. Ini terbukti ketika Maisi melihat Intan ingin bermain komputer seperti kakaknya dan memberikan Intan program permainan angka dan huruf. Hasilnya? Pada usia 6 tahun Intan sudah dapat menggunakan komputer sekaligus dapat membaca.Bahkan sekarang gadis penyuka novel roman ini telah mahir browsing internet.
Maisi yang telah mengetahui bahwa umumnya anak DS berbakat seni, mengusahakan pengembangan bakat putrinya setiap kali Intan menunjukkan minat di bidang seni tertentu. Sampai saat ini diketahui Intan mempunyai bakat melukis, merangkai bunga, kerajinan mote, memetik gu zheng(kecapi China)serta yang paling menonjol menyanyi dan menari.
Agar bakat seni Intan semakin berkembang,Maisi tak segan-segan mendatangkan guru khusus serta menyiapkan sendiri berbagai sarana pendukung. “Mama menjahit baju tari untuk saya sampai jam 2 pagi,”tutur Intan tentang dukungan sang ibu pada bakat menarinya.
Bakat seni Intan makin diasah dengan mengikuti berbagai perlombaan baik yang khusus penyandang cacat maupun umum.Yang lebih mengagumkan Intan telah sering tampilb menyanyi dan menari pada berbagai acara di dalam dan luar negeri, termasuk juga di televisi dan mendapat bayaran pula. Jadi bisa dibilang Intan telah mencapai kemandirian finansial lewat bakat seninya.
Selama wawancara berlangsung Intan terlihat percaya diri dan luwes menemani ibunya.Pribadinya yang menyenangkan menurut Maisi tak bisa dibeli tapi bisa dibentuk. ”Kami berusaha membuat Intan merasa selalu dicintai dan selalu memberinya kesempatan, termasuk kesempatan belajar dari kesalahannya sendiri,”jawab Maisi ketika HARMONI menanyakan bagaimana cara menumbuhan rasa percaya diri Intan.
Saat ini Intan aktif berbagi ilmu pada teman-teman penyandang DS dengan menjadi asisten guru tari tradisional di Centre of Hope Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI). ISDI merupakan wadah sosial yang dibentuk Maisi bersama beberapa orang tua anak DS yang bertujuan mengembangkan dan mensosialisasikan potensi serta kemandirian para penyandang DS.
Menurut Maisi semua orang tua anak DS bisa menjadikan anaknya seperti Intan. Pesannya,” Ajar mereka dengan cinta kasih ,beri mereka kesempatan dan yang penting harus sabar.”
Dengan pertolongan Tuhaan dan dukungan keluarga, kerja keras Maisi berbuah manis. Sesuai namanya Intan bercahaya dengan berbagai prestasinya. Ia pun telah menjadi guru dan panutan seperti Dewi Sartika. Harapan Maisi untuk putri tercinta hanya satu,”Intan dapat melakukan apapun yang membuatnya happy.” 1 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.47
Seperti orang tua yang lainnya,pasangan Januar Tasmaan dan Maisi Wiriadi tentu berharap anak-anak mereka terlahir sehat dan normal. Tapi Tuhan berkehendak lain. Putri bungsu mereka yang lahir pada 5 September 1981ternyata mengalami down syndrome (DS).
Dengan ketegaran yang menakjubkan, Maisi langsung dapat menerima putrinya apa adanya. “Tak setetespun air mata saya keluar. Bahkan saya bersyukur dan berjanji pada Tuhan untuk merawat anak ini sebaik mungkin,”jelas Maisi mengenai perasaannya saat itu.Dan syukurlah suami dan 2 anaknya yang lain juga menyambut kehadiran sang bayi dengan tangan terbuka. Dengan harapan kelak dapat menjadi cahaya bagi orang-orang sekitarnya serta menjadi seorang pendidik dan tokoh panutan seperti Dewi Sartika, bayi mungil itu diberi nama Intan Sartika.
Maisi menyadari ia butuh dukungan keluarga karena ia belum mempunyai cukup infomasi mengenai merawat anak DS. Hanya kata-kata dari seorang dokter yang menjadi pegangannya yaitu untuk merawat Intan perlu kerja keras, banyak membaca buku dan yang terpenting harus kreatif.Bersama suami dan dua kakak Intan, Maisi berbagi tugas. Sang suami bertugas utama mencari nafkah karena Intan perlu berbagai terapi dengan biaya tak sedikit. Sedang Maisi dibantu 2 kakak Intan bertugas merawat dan mendidik Intan di rumah.
Anak DS sulit menangkap penjelasan bersifat abstrak tapi daya ingat yang kuat, memudahkan mereka mempelajari sesuatu dengan cara melihat dan mencontoh langsung.Paham akan hal tersebut Maisi berusaha menciptakan lingkungan rumah dan keluarga yang positif yang dapat mendukung pendidikan kemandirian dan budi pekerti Intan.
Untuk mengajari jenis baju dan waktu pemakaiannya misalnya, Maisi menempelkan gambar suasana pagi hari atau malam hari sesuai isi laci pakaian Intan.Atau untuk melatih motorik halus dan daya konsentasi serta kesabaran, Maisi menyuruh Intan merobek kertas sesuai garis-garis yang telah ia buat sebelumnya.
Sedang untuk pendidikan budi pekerti diberikan lewat tindakan nyata semua anggota keluarga Sehingga Intan yang terbiasa melihat orang tua dan kakak-kakaknya selalu disiplin, bertangggung jawab atas kewajiban serta bersikap sopan, juga melakukan hal yang sama.
Kreativitas seorang ibu dalam mendidik anak DS memang sangat penting.”Karena ibu yang paling tahu keadaan anaknya, maka ia harus kreatif mencari cara mendidik yang paling mudah dimengerti anaknya,”jelas Maisi.
Kejelian seorang ibu dalam melihat dan mengembangkan potensi anak DS menentukan keberhasilan mereka. Ini terbukti ketika Maisi melihat Intan ingin bermain komputer seperti kakaknya dan memberikan Intan program permainan angka dan huruf. Hasilnya? Pada usia 6 tahun Intan sudah dapat menggunakan komputer sekaligus dapat membaca.Bahkan sekarang gadis penyuka novel roman ini telah mahir browsing internet.
Maisi yang telah mengetahui bahwa umumnya anak DS berbakat seni, mengusahakan pengembangan bakat putrinya setiap kali Intan menunjukkan minat di bidang seni tertentu. Sampai saat ini diketahui Intan mempunyai bakat melukis, merangkai bunga, kerajinan mote, memetik gu zheng(kecapi China)serta yang paling menonjol menyanyi dan menari.
Agar bakat seni Intan semakin berkembang,Maisi tak segan-segan mendatangkan guru khusus serta menyiapkan sendiri berbagai sarana pendukung. “Mama menjahit baju tari untuk saya sampai jam 2 pagi,”tutur Intan tentang dukungan sang ibu pada bakat menarinya.
Bakat seni Intan makin diasah dengan mengikuti berbagai perlombaan baik yang khusus penyandang cacat maupun umum.Yang lebih mengagumkan Intan telah sering tampilb menyanyi dan menari pada berbagai acara di dalam dan luar negeri, termasuk juga di televisi dan mendapat bayaran pula. Jadi bisa dibilang Intan telah mencapai kemandirian finansial lewat bakat seninya.
Selama wawancara berlangsung Intan terlihat percaya diri dan luwes menemani ibunya.Pribadinya yang menyenangkan menurut Maisi tak bisa dibeli tapi bisa dibentuk. ”Kami berusaha membuat Intan merasa selalu dicintai dan selalu memberinya kesempatan, termasuk kesempatan belajar dari kesalahannya sendiri,”jawab Maisi ketika HARMONI menanyakan bagaimana cara menumbuhan rasa percaya diri Intan.
Saat ini Intan aktif berbagi ilmu pada teman-teman penyandang DS dengan menjadi asisten guru tari tradisional di Centre of Hope Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI). ISDI merupakan wadah sosial yang dibentuk Maisi bersama beberapa orang tua anak DS yang bertujuan mengembangkan dan mensosialisasikan potensi serta kemandirian para penyandang DS.
Menurut Maisi semua orang tua anak DS bisa menjadikan anaknya seperti Intan. Pesannya,” Ajar mereka dengan cinta kasih ,beri mereka kesempatan dan yang penting harus sabar.”
Dengan pertolongan Tuhaan dan dukungan keluarga, kerja keras Maisi berbuah manis. Sesuai namanya Intan bercahaya dengan berbagai prestasinya. Ia pun telah menjadi guru dan panutan seperti Dewi Sartika. Harapan Maisi untuk putri tercinta hanya satu,”Intan dapat melakukan apapun yang membuatnya happy.” 1 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.47
Langganan:
Postingan (Atom)


