Kutipan Mazmur 19:2 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
Keindahan alam semesta dan isinya adalah tanda kemuliaan Allah itu tak bisa diingkari. Tetapi bagaimana dengan ciptaanNya yang kelihatan buruk di mata manusia, apakah itu sebuah kesalahan? Yakinlah bahwa Allah tak pernah salah. Dia selalu punya rencana indah bagi setiap ciptaanNya termasuk ciptaan yang tak elok di mata manusia. Rencana yang pasti menunjukkan kemulianNya.
Bagaimana pun keadaan kita, rupawan atau buruk rupa, difabel atau non difabel, pintar atau bodoh bisa menjadi alatNya. Tak perlu merasa tak berguna karena merasa buruk rupa. Tapi hendaklah tetap hidup sesuai kehendakNya. Sehingga tampaklah kemuliaanNya dalam diri kita.
0
komentar
OLEH-OLEH DARI MAKO BRIMOB
Setelah sekian lama menunggu, kabar gembira itu akhirnya datang juga. Permohonan agar beberapa anggota Cip-Cip Community mendapat kesempatan mengunjungi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok akhirnya disetujui.
Hari Jumat 6 Juli 2018, dua rombongan anggota Cip-Cip Community berangkat dari tempat yang berbeda. Satu rombongan berangkat dari Bekasi sedangkan rombongan yang lain berangkat dari daerah Jakarta Utara. Kami sepakat bertemu di sebuah restoran siap saji dan bersama-sama rombongan keluarga Ko Ahok menuju ke Mako Brimob.
Begitu memasuki gerbang kompleks Mako Brimob, mobil kami diminta menepi untuk diperiksa. Satu persatu nama dan KTP kami diperiksa dan disesuaikan dengan daftar nama yang diberikan saat mengajukan permohonan kunjungan.
Setelah pemeriksaan tak berarti kami bisa langsung bertemu Ko Ahok. Kami masih harus menunggu sebentar karena waktu kunjungan belum tiba.
Setelah ada pemberitahuan bahwa kami sudah boleh masuk kompleks barulah mobil rombongan kami beriringan menuju gedung tempat Ko Ahok berada.
Meskipun sudah mengetahui kalau di hari kunjungan ada beberapa rombongan yang akan mengunjungi Ko Ahok, semula kami kira hanya rombongan kami yang bisa bertemu pada waktu yang sudah ditentukan. Ternyata ada rombongan lain yang dijadwalkan bertemu Ko Ahok di jam yang sama.
Sebelum menemui Ko Ahok, petugas yang berjaga memastikan pengunjung tidak ada yang membawa telepon seluler, kamera, kertas dan alat tulis. Sehingga kami tak punya kesempatan berfoto dengan Ko Ahok atau sekedar meminta tanda tangan beliau.
Saat Ko Ahok menyambut kami, kesan yang langsung kudapat adalah beliau orang yang ramah dan dalam keadaan sehat serta bersemangat. Persis seperti yang sering kulihat di televisi. Sikap ramahnya membuat suasana begitu akrab. Seperti bukan sebuah pertemuan antara orang biasa dan tokoh terkenal. Bahkan ketika ibunda beliau datang langsung diperkenalkan kepada kami.
Saat itu memang lebih banyak Ko Ahok yang berbicara. Beliau menceritakan pengalamannya ketika awal masuk sel tahanan. Rasa marah dan bosan yang menyesakkan membuat beliau sempat merasa sakit. Sampai akhirnya beliau mencoba menerima keadaan, mengampuni lawan-lawannya dan belajar mengendalikan diri. Penjara dijadikan beliau sebagai tempat yang tepat untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan untuk memperbaiki diri.
Setengah bergurau beliau menceritakan dulu ibunda beliau menyuruh selalu berpikir dulu sebelum bicara tapi sekarang bahkan untuk berpikir pun beliau harus berpikir dahulu supaya lebih bijak dalam bertutur dan bertindak. Dan yang menjadi ukuran beliau untuk mengetahui apakah yang dilakukan sudah baik dan benar adalah jika sesuai dengan kehendak Allah.
Diselingi gurauan-gurauan kecil, masih ada hal-hal lain yang Ko Ahok sampaikan yang kalau kusimpulkan intinya adalah tentang pengendalian diri.
Tak terasa setengah jam telah berlalu dan waktu kunjungan kami sudah habis. Sambil berpamitan, Chandra Gunawan, seorang anggota Cip-Cip Community yang tuna netra memberikan keset yang khusus dibuatnya untuk Ko Ahok.
Sebelum pulang kami sempat juga berkenalan dan mengobrol dengan ibunda Ko Ahok, ibu Saras tante beliau serta ibu Nana kakak angkat beliau yang muslim.
Kunjungan ke Mako Brimob ini memberikan kesan mendalam bagiku. Tak sekedar memenuhi keinginan untuk bertemu tokoh terkenal yang kukagumi karena ketulusan dan kelurusan hatinya tapi karena aku mendapat "oleh-oleh" dari Ko Ahok. Oleh-oleh? Ya, lewat semangat, keramahan dan cerita-cerita Ko Ahok memberiku oleh-oleh istimewa berupa inspirasi. Inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Inspirasi untuk bisa tetap menjadi berkat bagi orang lain dengan selalu bersikap dan menularkan pengaruh positif meski raga tak bebas.
Mudah-mudahan lewat tulisan ini, aku bisa membagi oleh-oleh istimewa yang kubawa dari Mako Brimob. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.03
Hari Jumat 6 Juli 2018, dua rombongan anggota Cip-Cip Community berangkat dari tempat yang berbeda. Satu rombongan berangkat dari Bekasi sedangkan rombongan yang lain berangkat dari daerah Jakarta Utara. Kami sepakat bertemu di sebuah restoran siap saji dan bersama-sama rombongan keluarga Ko Ahok menuju ke Mako Brimob.
Begitu memasuki gerbang kompleks Mako Brimob, mobil kami diminta menepi untuk diperiksa. Satu persatu nama dan KTP kami diperiksa dan disesuaikan dengan daftar nama yang diberikan saat mengajukan permohonan kunjungan.
Setelah pemeriksaan tak berarti kami bisa langsung bertemu Ko Ahok. Kami masih harus menunggu sebentar karena waktu kunjungan belum tiba.
Setelah ada pemberitahuan bahwa kami sudah boleh masuk kompleks barulah mobil rombongan kami beriringan menuju gedung tempat Ko Ahok berada.
Meskipun sudah mengetahui kalau di hari kunjungan ada beberapa rombongan yang akan mengunjungi Ko Ahok, semula kami kira hanya rombongan kami yang bisa bertemu pada waktu yang sudah ditentukan. Ternyata ada rombongan lain yang dijadwalkan bertemu Ko Ahok di jam yang sama.
Sebelum menemui Ko Ahok, petugas yang berjaga memastikan pengunjung tidak ada yang membawa telepon seluler, kamera, kertas dan alat tulis. Sehingga kami tak punya kesempatan berfoto dengan Ko Ahok atau sekedar meminta tanda tangan beliau.
Saat Ko Ahok menyambut kami, kesan yang langsung kudapat adalah beliau orang yang ramah dan dalam keadaan sehat serta bersemangat. Persis seperti yang sering kulihat di televisi. Sikap ramahnya membuat suasana begitu akrab. Seperti bukan sebuah pertemuan antara orang biasa dan tokoh terkenal. Bahkan ketika ibunda beliau datang langsung diperkenalkan kepada kami.
Saat itu memang lebih banyak Ko Ahok yang berbicara. Beliau menceritakan pengalamannya ketika awal masuk sel tahanan. Rasa marah dan bosan yang menyesakkan membuat beliau sempat merasa sakit. Sampai akhirnya beliau mencoba menerima keadaan, mengampuni lawan-lawannya dan belajar mengendalikan diri. Penjara dijadikan beliau sebagai tempat yang tepat untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan untuk memperbaiki diri.
Setengah bergurau beliau menceritakan dulu ibunda beliau menyuruh selalu berpikir dulu sebelum bicara tapi sekarang bahkan untuk berpikir pun beliau harus berpikir dahulu supaya lebih bijak dalam bertutur dan bertindak. Dan yang menjadi ukuran beliau untuk mengetahui apakah yang dilakukan sudah baik dan benar adalah jika sesuai dengan kehendak Allah.
Diselingi gurauan-gurauan kecil, masih ada hal-hal lain yang Ko Ahok sampaikan yang kalau kusimpulkan intinya adalah tentang pengendalian diri.
Tak terasa setengah jam telah berlalu dan waktu kunjungan kami sudah habis. Sambil berpamitan, Chandra Gunawan, seorang anggota Cip-Cip Community yang tuna netra memberikan keset yang khusus dibuatnya untuk Ko Ahok.
Sebelum pulang kami sempat juga berkenalan dan mengobrol dengan ibunda Ko Ahok, ibu Saras tante beliau serta ibu Nana kakak angkat beliau yang muslim.
Kunjungan ke Mako Brimob ini memberikan kesan mendalam bagiku. Tak sekedar memenuhi keinginan untuk bertemu tokoh terkenal yang kukagumi karena ketulusan dan kelurusan hatinya tapi karena aku mendapat "oleh-oleh" dari Ko Ahok. Oleh-oleh? Ya, lewat semangat, keramahan dan cerita-cerita Ko Ahok memberiku oleh-oleh istimewa berupa inspirasi. Inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Inspirasi untuk bisa tetap menjadi berkat bagi orang lain dengan selalu bersikap dan menularkan pengaruh positif meski raga tak bebas.
Mudah-mudahan lewat tulisan ini, aku bisa membagi oleh-oleh istimewa yang kubawa dari Mako Brimob. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.03
TUHAN DAN COBAAN
Tulisan ini terinspirasi dari kutipan Amsal 3:5
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri
Ketika cobaan datang mendera
Terus menenerus seperti tak berjeda
Meski mencoba berbagai cara
Tak jua jalan keluar itu ada
Hingga di benak timbul berbagai prasangka
Adakah tindakan yang salah?
Yang membuat Tuhan marah?
Atau mungkin Tuhan sedang lupa
Bahwa manusia selalu butuh pertolonganNya
Mungkin juga karena
Ditakdirkan untuk selalu menderita?
Akhirnya...
Rasa putus asa datang menyusul
Setelah pikiran-pikiran buruk itu muncul.
Seringkali manusia lupa
Pikirannya terlalu sederhana
Untuk memahami setiap rencanaNya
Yang teramat sempurna.
Hingga tak perlu berpayah-payah
Menggunakan tolok ukur manusia
Mencari makna dari setiap derita
Yang sesungguhnya terjadi atas ijinNya.
Baiklah sungguh-sungguh membuka hati
Membiarkan Tuhan sendiri
Yang membimbing untuk memahami
Di saat yang tepat nanti
Bahwa semua derita yang menimpa
Bukan untuk menyiksa
Melainkan caraNya yang istimewa
Untuk mengubah manusia
Menjadi lebih dewasa. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 17.59
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri
Ketika cobaan datang mendera
Terus menenerus seperti tak berjeda
Meski mencoba berbagai cara
Tak jua jalan keluar itu ada
Hingga di benak timbul berbagai prasangka
Adakah tindakan yang salah?
Yang membuat Tuhan marah?
Atau mungkin Tuhan sedang lupa
Bahwa manusia selalu butuh pertolonganNya
Mungkin juga karena
Ditakdirkan untuk selalu menderita?
Akhirnya...
Rasa putus asa datang menyusul
Setelah pikiran-pikiran buruk itu muncul.
Seringkali manusia lupa
Pikirannya terlalu sederhana
Untuk memahami setiap rencanaNya
Yang teramat sempurna.
Hingga tak perlu berpayah-payah
Menggunakan tolok ukur manusia
Mencari makna dari setiap derita
Yang sesungguhnya terjadi atas ijinNya.
Baiklah sungguh-sungguh membuka hati
Membiarkan Tuhan sendiri
Yang membimbing untuk memahami
Di saat yang tepat nanti
Bahwa semua derita yang menimpa
Bukan untuk menyiksa
Melainkan caraNya yang istimewa
Untuk mengubah manusia
Menjadi lebih dewasa. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 17.59
RUMAH AKSESIBEL BUAT DIFABEL
Saya adalah seorang difabel daksa yang dididik untuk hidup
mandiri. Sejak kedua orang tua meninggal, saya memilih untuk tidak tinggal
bersama kakak atau adik.
Semula keluarga merasa khawatir dan ragu saat saya memutuskan tinggal sendiri. Tapi
karena saya berkeras dan memang mereka tahu saya sudah terbiasa mandiri
akhirnya keluarga bisa memahami pilihan saya dan membantu merealisasikan
keputusan saya.
Saat ini sudah
tujuh tahun saya hidup mandiri di rumah peninggalan orang tua. Tak jarang
keluarga datang bertandang atau
menginap, tetapi memang lebih sering saya tinggal sendiri. Ada pembantu rumah
tangga yang datang tapi tidak tinggal di dalam jadi kebanyakan pekerjaan rumah
tangga masih saya lakukan sendiri.
Apa rahasianya saya
bisa hidup mandiri? Selain karena tekad kuat dan dukungan keluarga, keluarga berupaya membuat rumah yang saya tinggali menjadi tempat
yang aksesibel, yaitu tempat dengan kondisi yang mendukung kemandirian saya beraktivitas sehari-hari.
Jangan bayangkan rumah saya dilengkapi perlengkapan
elektronik mahal dan serba otomatis untuk memudahkan pekerjaan. Kecermatan
memahani kondisi saya sebagai seorang difabel, kejelian memilih perabot dan peralatan
rumah tangga sesuai dengan kebutuhan serta kecerdikan mengatur interior rumah adalah
kunci utama untuk membuat rumah saya menjadi sebuah #HelpfulPlace yang
aksesibel.
Berikut adalah beberapa tips untuk membuat sebuah rumah
menjadi #HelpfulPlace bagi para difabel khususnya bagi yang mempunyai
keterbatasan gerak :
1. Jangan terlalu banyak perabot rumah tangga. Perabot yang terlalu banyak bisa mempersempit ruang gerak terlebih lagi bagi
pengguna kursi roda. Selain itu rumah akan sulit dibersihkan sendiri oleh seorang difabel
saat tidak ada pembantu rumah tangga.
2. Utamakan memilih peralatan atau perabot rumah
tangga dan aksesoris rumah (handle dan kunci pintu, keran air misalnya) lebih
berdasaekan fungsinya dan bukan karena semata – mata bentuknya menarik.
Biasanya barang yang bentuknya simple justru lebih mudah digunakan dan mudah perawatannya.
3. Jadikan
rumah sebagai tempat yang aman bagi difabel untuk beraktifitas. Misalnya
dengan memilih lantai / pelapis lantai yang tidak licin dan membuat mudah
terpeleset.
4. Di tempat – tempat tertentu misalnya di kamar
mandi jika diperlukan bisa dipasang hand railing yang berfungsi sebagai
pegangan supaya tidak jatuh. Hand railing ini tidak harus membeli yang sudah
jadi dan berharga relatif mahal. Dengan kreatifitas, pipa pralon bisa disulap
menjadi hand railing.
5. Pilihlah aksesoris rumah yang mudah dipegang dan digunakan. Misalnya
handle dan kunci pintu serta jendela yang nyaman dipegang dan mudah dibuka
tutup. Atau hindari memilih keran putar yang lebih sulit dipegang seorang
difabel yang tangannya lemah.
6. Tempatkan peralatan rumah tangga dan aksesoris
rumah pada posisi yang mudah dan aman dijangkau. Kompor dan rak piring atau
peralatan masak yang tempatnya tidak terlalu tinggi dan memudahkan aktifitas di
dapur adalah salah satu contohnya. Contoh yang lain, saklar lampu juga jangan
dipasang terlalu tinggi sehingga memudahkan jika ingin menyalakan lampu.
7. Terakhir , jagalah selalu kebersihan dan
kerapihan agar rumah menjadi tempat yang nyaman ditinggali.
Semoga tips tersebut bisa dijadikan inspirasi untuk
menjadikan sebuah rumah menjadi #HelpfulPlacedan aksesibel bagi para difabel yang ingin hidup mandiri.
0
komentar
Diposting oleh
wahjoe wigati's blog
di
06.19
SAYA #BahagiadiRumah BILA BERSAMA POOPOOH DAN COOKIES
Poopooh si kucing putih dan Cookies si anjing heboh adalah dua hewan peliharaan yang menemani saya di rumah. Maklumlah sebagai lajang saya tinggal sendirian jauh dari keluarga,.
Seperti memiliki anak, saya berkomitmen mengurus mereka sendiri dengan baik. Mulai dari memberi makan, memandikan bahkan membersihkan kotoran mereka, saya lakukan sendiri.Saking sayangnya pada dua hewan peliharaan ini sering saya merasa enggan berlama-lama pergi meninggalkan rumah. Rasanya khawatir mereka akan lapar dan terlantar kalau saya terlambat pulang.
Tapi saya tak keberatan kok pulang cepat demi mereka. Sambutan meriah selalu saya dapatkan setiap kali tiba di rumah. Cookies yang melonjak-lonjak sambil mengibas-ngibaskan ekornya dan Poopooh yang menggesek-gesek manja di kaki saya membuat rasa penat setelah bepergian sirna. Senang dan bahagia sekali rasanya ada yang menunggu kedatangan saya di rumah.
Poopooh dan Cookies bukan sekedar teman bermain dan penjaga rumah bagi saya. Saat galau dan risau mendera, sering saya curhat kepada mereka. Buat sebagian orang mungkin tindakan saya dianggap aneh atau gila ya. Tapi saya tak peduli
Saya tahu mereka tak mengerti omongan saya. Tapi yang jelas setelah curhat rasanya perasaan menjadi lega dan tenang. Apalagi kalau setelah itu melihat mereka main berdua. Risau dan galau sirna, meski hanya sebentar, berganti dengan rasa geli melihat tingkah lucu mereka.
Saya menyadari sebagai mahluk sosial saya tetap perlu bergaul dengan orang lain. Keberadaan Poopooh dan Cookies tak bisa menggantikan perlunya kehadiran teman dan keluarga dalam keseharian saya.
Tetapi justru saat galau dan merasa kesepian karena tak ada teman atau keluarga yang menemani, keberadaan Poopooh dan Cookies menyadarkan saya kalau Tuhan tak pernah benar-benar meninggalkan kita sendiri.
Poopooh, Cookies, hewan peliharaan lain bahkan hewan lain yang ada di sekitar kita diciptakan Tuhan untuk bisa menjadi teman kita di dunia. Kebahagiaan tak hanya bersumber dari kehadiran banyak orang atau materi yang kita miliki tetapi dapat juga dari keberadaan mahluk lain ciptaan Tuhan. Tinggal kita yang menentukan maukah n menerima anugrah Tuhan tersebut.
Dan sungguh saya memilih bersyukur Tuhan menciptakan Poopooh dan Cookies. Kehadiran mereka memberikan banyak keceriaan dan kebahagiaan meski saya tinggal sendiri di rumah. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 22.29
Poopooh si kucing putih dan Cookies si anjing heboh adalah dua hewan peliharaan yang menemani saya di rumah. Maklumlah sebagai lajang saya tinggal sendirian jauh dari keluarga,.
Seperti memiliki anak, saya berkomitmen mengurus mereka sendiri dengan baik. Mulai dari memberi makan, memandikan bahkan membersihkan kotoran mereka, saya lakukan sendiri.Saking sayangnya pada dua hewan peliharaan ini sering saya merasa enggan berlama-lama pergi meninggalkan rumah. Rasanya khawatir mereka akan lapar dan terlantar kalau saya terlambat pulang.
Tapi saya tak keberatan kok pulang cepat demi mereka. Sambutan meriah selalu saya dapatkan setiap kali tiba di rumah. Cookies yang melonjak-lonjak sambil mengibas-ngibaskan ekornya dan Poopooh yang menggesek-gesek manja di kaki saya membuat rasa penat setelah bepergian sirna. Senang dan bahagia sekali rasanya ada yang menunggu kedatangan saya di rumah.
Poopooh dan Cookies bukan sekedar teman bermain dan penjaga rumah bagi saya. Saat galau dan risau mendera, sering saya curhat kepada mereka. Buat sebagian orang mungkin tindakan saya dianggap aneh atau gila ya. Tapi saya tak peduli
Saya tahu mereka tak mengerti omongan saya. Tapi yang jelas setelah curhat rasanya perasaan menjadi lega dan tenang. Apalagi kalau setelah itu melihat mereka main berdua. Risau dan galau sirna, meski hanya sebentar, berganti dengan rasa geli melihat tingkah lucu mereka.
Saya menyadari sebagai mahluk sosial saya tetap perlu bergaul dengan orang lain. Keberadaan Poopooh dan Cookies tak bisa menggantikan perlunya kehadiran teman dan keluarga dalam keseharian saya.
Tetapi justru saat galau dan merasa kesepian karena tak ada teman atau keluarga yang menemani, keberadaan Poopooh dan Cookies menyadarkan saya kalau Tuhan tak pernah benar-benar meninggalkan kita sendiri.
Poopooh, Cookies, hewan peliharaan lain bahkan hewan lain yang ada di sekitar kita diciptakan Tuhan untuk bisa menjadi teman kita di dunia. Kebahagiaan tak hanya bersumber dari kehadiran banyak orang atau materi yang kita miliki tetapi dapat juga dari keberadaan mahluk lain ciptaan Tuhan. Tinggal kita yang menentukan maukah n menerima anugrah Tuhan tersebut.
Dan sungguh saya memilih bersyukur Tuhan menciptakan Poopooh dan Cookies. Kehadiran mereka memberikan banyak keceriaan dan kebahagiaan meski saya tinggal sendiri di rumah. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 22.29
MI KERING TROPICANA SLIM, BIKIN MAKAN MI GAK MASALAH DONG
Saya adalah penggemar berat mie instan. Apapun mereknya, tak
peduli varian rasanya, baik mie kuah maupun mie goreng pokoknya selama masih
termasuk mie instan pasti saya suka. Saking doyannya , hamper setiap hari saya
menyantap mie instan. Buat saya mie instant sudah seperti makanan pokok
pendamping ASI …eh maksudnya nasi.
Keluarga dan teman-teman cuma bisa geleng-geleng kepala
setiap melihat saya makan mie instan. Berkali-kali mereka menanyakan apakah
saya tidak pernah bosan menyantapnya. Dan berkali-kali pula dengan lantang saya
jawab TIDAK.
Oh ya, saya memang biasa memasak mie instant sendiri dengan
berbagai pelengkapnya. Kalau misalnya hari ini masak mie dengan tambahan sawi
dan telur, besoknya saya beri potongan sosis, lusa giliran bakso yang
melengkapi. Begitu seterusnya pokoknya bervariasi.
Singkatnya saya buat mie instant itu menjadi makanan paling
maknyooss, sehat dan bergizi. Tentu sehat dan
bergizi menurut versi saya ya he…he…he….
Variasi tambahan mie instant itu pula yang saya jadikan
dalih saat keluarga dan teman-temang mengatakan mie instant itu makanan tak
bergizi. Sampai bosan mereka menasehati untuk mengurangi konsumen mie instan.
Semua saran cuma lewat bagai angin lalu di telinga saya.
Saya bukan tak tahu beberapa mitos tentang mie instan
seperti mie instan yang mengandung lilin, kalau kebanyakan mengkonsumsi mie
instan bisa menyebabkan masalah pencernaan dan mitos-mitos lainnya. Tapi saya selalu
mencari pembenaran kalau kebiasaan makan mie instan tak berdampak buruk.
Sejujurnya saya pernah menemukan fakta kalau mie instan biasanya berkadar garam
tinggi yang berpotensi menyebabkan hipertensi dan mempunyai kalori dan kadar
lemak tinggi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sempat sih terbersit
kekhawatiran tapi dengan keukeuh jumeukeuh saya tepis rasa itu. Saya merasa
diri baik-baik dan sehat-sehat saja.
![]() | |
| Sumber : WWW.TROPICANASLIM.COM |
Suatu ketika kakak kok tumben-tumbenan membelikan mie instan
khusus buat saya. Kemasannya kok baru saat itu saya lihat. Saya cermati mereknya
LOW FAT NOODLES ROASTED DUCK TROPICANA SLIM. Hmmm…varian rasanya sungguh menggoda saya untuk mencicipinya karena tidak
ada di merk mi instan lain.
Tapi melihat produsennya nyaris membatalkan niat saya. Yang
saya tahu TROPICANA SLIM adalah merek
produk-produk makanan dan minuman untuk diet. Dalam bayangan saya yang namanya
makanan dan minuman untuk diet rasanya pasti tidak enak.
Bujuk rayu kakak yang semanis madu ditambah naluri kuat
sebagai pencinta mie instan sejati AKHIRNYA mengalahkan keenggangan saya. Singkat kata saat saya memasukkan suapan
pertama kok langsung mau suapan yang kedua, ketiga dan tahu-tahu …semua
isi mangkuk sudah pindah ke perut saya.
Jadi kesimpulannya? Rasanya enaaakk bangeett dan saya suka.
Karena penasaran kenapa kakak merekomendasikan MI KERING
TROPICANA SLIM, saya coba cari tahu lebih jauh di internet. Dari situ saya tahu
kalau dalam proses pembuatannya MI KERING TROPICANA SLIM ternyata dipanggang
bukannya digoreng seperti mi instan
lainnya sehingga kandungan lemaknya 3x lebih rendah dari pada mi instan lainnya.
Kalorinya juga rendah yaitu 2x lebih rendah dari mi instan merek lain. Yang
lebih penting lagi, kita tak perlu terlalu khawatir akan terkena hipertentensi.
Karena kadar garam pada MI KERING TROPICANA SLIM 2x lebih rendah dari mi instan
merek lain.
Jelas sudah terpampang nyata di depan mata deh kalau MI
KERING TROPICANA SLIM adalah mi instan
yang sehat.
Setelah tahu fakta-fakta tentang mi instan keluaran
TROPICANA SLIM ini saya memutuskan untuk mulai memindahka hati saya pada MI
KERING TROPICANA SLIM. Jujur belum bisa sepenuh hati karena saya masih sering
tergoda varian rasa dari mi instan merek lain.
![]() | |
| Sumber : WWW.TROPICANASLIM.COM |
Dua varian MI KERING TROPICANA SLIM yaitu ROAST DUCK LOW FAT NOODLES dan LESS FAT NOODLES AYAMBAKAR memang enak dan keduanya saya sukai. Tapi mudah-mudahan nantinya
TROPICANA SLIM mengeluarkan varian rasa lain. Sehingga makin banyak pilihan
bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi mi instan sehat dan bagi mereka yang
sedang berdiet tapi tetap bisa makan enak.
Saya tahu mengkonsumsi mi instan terlalu banyak
dalam jangka panjang memang tak baik untuk kesehatan. Tapi setelah kenal MI
KERING TROPICANA SLIM saya bisa bilang, “Makan MI KERING TROPICANA SLIM bikin
makan mi ga masalah doooonngg......"
1 komentar
Diposting oleh
wahjoe wigati's blog
di
08.01
GADGET, SILATURAHMI DAN BERBAGI KEBAHAGIAAN
Tapi benarkah saya sebegitu bosannya sampai merasa menjadi orang paling kesepian dan tak
bahagia di dunia? Tidak juga tuh. Beruntung saya mempunyai beberapa gadget yang meskipun tidak
canggih-canggih amat tapi membantu menghubungkan saya dengan dunia luar rumah.
Ditambah lagi, bermodalkan pengetahuan dasar tentang beberapa media social,
kebutuhan saya untuk bersosialisasi tetap terpenuhi. Rasa bosan, sepi dan
tersisih berganti bahagia setiap kali mendapat ‘kiriman’ lewat gadget-gadget
itu.
Obrolan singkat via handphone atau skype sudah pasti mampu menghapus rasa rindu
saya pada keluarga dan sanak saudara
yang kebetulan tinggal berjauhan dan jarang bisa berkumpul. Tapi sekedar chatting dan saling bertukar kabar, copy
paste kalimat-kalimat inspiratif, gambar-gambar lucu dan video yang menarik lewat
facebook, BBM atau WhatsApp sudah cukup membuat saya bahagiaaaaa sekali.
Kedengaran sepele ya. Tapi saya sungguh bahagia karena itu
membuktikan kalau orang-orang terdekat
tak melupakan saya. Silaturahmi dan komunikasi tetap terjalin meski secara
fisik tak berada di dekat saya. Rasa bahagia itu membuat semangat hidup saya
terus ada karena masih dianggap ‘ada’.
Saya menyadari tak semua orang beruntung berlimpah perhatian
dari orang-orang sekelilingnya. Beberapa teman penyandang disabilitas misalnya karena
beberapa hal tidak leluasa berhubungan dengan orang lain. Atau beberapa kenalan
berusia senja sering merasa sepi tanpa ada teman mengobrol karena anak dan
cucunya tak lagi tinggal bersama.
Karenanya masih mengandalkan gadget yang ada saya berusaha
untuk meluangkan waktu menyapa mereka. Sesekali saya menelepon Eyang Putri
kenalan saya untuk mendengarkan
curhatannya sembari menceritakan beberapa hal lucu yang dapat menghibur.
Nah, kalau dengan teman-teman yang masih muda dan jempolnya
masih gesit pencet-pencet gadget ya SMS-an, BBM-an atau WhatsApp-an yang sering
kami lakukan. Ini saya lakukan tak lain untuk membuat mereka merasakan perhatian
dan kebahagiaan seperti yang sudah saya rasakan.
Percaya atau tidak, apa yang saya lakukan justru membuahkan
kebaikan. Mendengar orang tertawa karena lelucon saya atau sekedar dapat tanda
jempol LIKE dan smiley menambah rasa
bahagia saya. Ya, saya sungguh makin bahagia karena merasa dihargai.
Pengalaman saya telah membuktikan berbagi bahagia bisa
dilakukan dengan cara sederhana yaitu terus menjalin silaturahmi. Beruntunglah
kita hidup di jaman modern. Perkembangan
teknologi informasi dan gadget memudahkan kita untuk bahagia bersama keluarga , bisa juga bahagia bersama sahabat meskipun tinggal berjauhan. Jadi semua orang, bagaimanapun
kondisinya, selama mempunyai gadget dan mampu menggunakannya bisa saling
bersilaturahmi untuk berbagi kebahagiaan . Cuma butuh niat meluangkan waktu
kok.
Semoga
tulisan yang saya ikutsertakan pada Kontes
SEO “Berbagi Bahagia Bersama tabloidnova.com ini bisa memberi inspirasi kebahagiaan kepada para pembaca. Dan mampu menggerakan nurani para pembaca
untuk memanfaatkan gadget, jempol dan mulut yang dimiliki untuk selalu
bersilaturahmi demi berbagi kebahagiaan.
0
komentar
Diposting oleh
wahjoe wigati's blog
di
00.33
Langganan:
Postingan (Atom)


