This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

PUSTAKAWAN DAN PERPUSTAKAAN

Tiap kali mendengar kata “perpustakaan” saya selalu teringat akuarium. Bukan dalam arti yang sesungguhnya ya tapi cuma istilah yg teman-teman dan saya berikan untuk ruang tambahan di bagian depan perpustakaan kampus kami. Ruang akuarium itu berkaca jendela nako  yang besar-besar sehingga orang yang berada di luar atau di dalam bisa saling melihat dan bisa ngobrol juga. Mirip akuarium   kan he..he….he…
Tidak seperti  ruang lain di perpustakaan, di akuarium ini kita lebih leluasa ngobrol atau diskusi. Tapi teteup sich, kalau terlalu berisik ya bakal ditegur atau malah diusir petugas perpustakaan hi..hi..hii… yang jelas, sejak ada akuarium makin banyak mahasiswa datang ke perpustakaan kampus kami. Bukan cuma  buat pinjam buku atau belajar. Tapi juga buat tugas kelompok, nyontek PR, atau sekedar “ngadem” sambil ngobrol buat nunggu mata kuliah berikutnya.
Tentang pustakawan,ada satu hal yang menarik. Dari jaman baheula sampai sekarang, mau yang mukanya jadul judes sampai  keren kayak artis korea ada lagu …eh kalimat wajib diingat para pustakawan di seluruh muka bumi. Sepanjang karir jadi pustakawan, minimal sekali  pasti mereka pernah bilang ”Ssstt…janganberisik!” atau ” Kalau mau ngobrol mending ke luar sana !” atau kalimat lain sejenisnya. Ga percaya? Buktiin aja sendiri he..he.he……..
Di tengah berbagai kemudahan mendownload e-book atau mendapatkan berbagai informasi via internet dari mana saja dan kapan saja, penting banget perpustakaan menyediakan berbagai fasilitas. Ya kira-kira  berkonsep seperti one stop building..Praktis kan kalo datang ke perpustakaan yang bukan Cuma menyediakan bahan bacaan tapi juga fasilitas lain seperti  wifi, warnet,tokobuku/stationery kecil, kantin dan playground. Dan yang penting tersedia untuk pengunjung perpustakaan cerewet seperti saya yaitu ada area khusus untuk membaca sambil ngobrol/diskusi sehingga tidak mengganggu pengunjung  yang butuh ketenangan. Akan makin keren lagi kalau diadakan acara-acara seru misalnya bedah buku atau meet and greet dengan pengarang. Jadi makin banyak deh orang tertarik datang ke perpustakaan.
0 komentar

MARINA SAHABAT KULIT SAWO MATANGKU

Beruntungnya aku jadi orang Indonesia. Tinggal di negara yang berada  di garis khatulistiwa. Dengan matahari  yang berlimpah dan ikim tropis yang hangat hampir sepanjang tahun. Kecuali musim hujan, dijamin bisa bebas beraktivitas di luar ruang kapanpun aku mau. Mau berenang, olah raga, tamasya di pantai ataupun shopping  tak masalah.
Sayang sudah beberapa tahun terakhir cuaca menjadi kurang bersahabat.Barangkali akibat pemanasan global ya. Saat musim kemarau, matahari sangat terik dan panasnya …ya ampuuun begitu menyengat. Jadi malas rasanya beraktivitas di luar ruang saat pagi atau siang hari. Maunya ngadem aja supaya tidak kepanasan dan kegerahan. Yang penting jangan sampai deh kulitku yang sawo matang ini jadi merah, semakin gelap  dan belang-belang karena terbakar matahari.
Sinar matahari memang sangat penting bagi kehidupan semua mahluk di bumi. Tapi terlalu lama terpapar matahari bisa membuat warna kulit menjadi gelap. Selain itu paparan sinar ultra violet (UV)A dan UV B yang berlebihan dapat merusak sel-sel kulit . Bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Iiihh…serem ya. Lantas apa berarti sekarang aku harus menghindari aktivitas luar ruang? No way! Rugi kan ,tidak bisa mendapat manfaat sinar matahari yang baik untuk tubuh.

Sumber gambar:vectorimage.org

Dengan berbekal beberapa “senjata” aku tetap bebas beraktivitas di luar ruang dengan kondisi aman terkendali he……he..he… Senjata pertama, topi  atau payung untuk mencegah matahari mengenai langsung tubuhku. Yang kedua, senjata penghalau silaunya matahari sekaligus pemanis penampilan yaitu kacamata cengdem…eh maksudnya kacamata hitam. Supaya tidak dehidrasi yang bisa berakibat kulit kering tak lain tak bukan senjatanya air minum yang cukup.  Dan terakhir, senjata andalan untuk mencegah kulit merah dan terbakar  matahari (sunburn)yaitu lotion, sunblock, atau sun screen.

Setelah lama mencoba berbagai  merk akhirnya terbukti hanya Marina UV White Ekstra SPF 15 Hand & Body Lotion yang cocok untukku. Marina UV White Ekstra SPF 15  ini optimal melindungiku dari 94% sinar UV karena mengandung bahan-bahan untuk perlindungan UV B setingkat Sun Protecting Factor (SPF) 15 dan sinar UV A setingkat  PA+. Yang artinya kulitku terlindung dari sengatan sinar UVA  dan UVB selama 15 kali lebih lama atau kira-kira selama 2 hingga 2,5 jam sebelum menjadi merah dan terbakar .

Selain itu kandungan Biowhitening Complex dari Yogurt dan Vitamin B3 Marina UV White Ekstra SPF 15  membantu meremajakan kulit dan mencerahkan warna kulit, sehingga tampak lebih putih merata. Jadi bukan cuma memberi perlindungan extra dari paparan sinar matahari, Marina UV White Extra SPF15 juga menjaga dan merawat kesehatan kulitku setiap hari .



Setiap pagi setelah mandi, aku tak lupa menggunakan Marina UV White Extra SPF15 . wangi segar lotionnya menambah semangat beraktivitas sepanjang hari. Sampai sekarang memang kulitku belum menjadi putih. Tapi aku tidak menyesal kok. Karena rajin menggunakan Marina UV White extra SPF 15 warna kulit sawo matangku tidak menggelap dan kusam, tapi semakin lembut dan sehat terawat. Pokoknya aku justru makin merasa cantik dan percaya diri denan warna kulitku yang kelihatan kinclong dan eksotis ini deh.

Mau kulitmu cantik dan sehat terawatt seperti aku? Apapun warna kulitmu kulit putih, kuning langsat, sawo matang seperti aku atau hitam manis sekalipun tidak usah ragu memakai  Marina UV White extra SPF 15. Manfaat yang kamu dapat benar-benar ekstra.Apalagi harganya yang relative tak bikin tipis kantongmu dijamin bisa bikin  Marina UV White extra SPF 15 makin dicinta.
Marina UV White extra SPF 15 Hand & Body Lotion memang sahabat kulit sawo matangku dan kulit  wanita Indonesia yang T.O.P. B.G.T. deh.


1 komentar

KARTUNET KAMPANYE AKSESIBILITAS TANPA BATAS : MENDAMBAKAN TROTOAR YANG AKSES TANPA BATAS






Rasa kagum bercampur iri selalu terbersit setiap kali melihat acara televisi yang menayangkan gambar beberapa kota besar di mancanegara. Betapa tidak, trotoar/pedestrian di kota-kota tersebut terlihat rapi, luas, bersih dan landai hampir sejajar  dengan bahu jalan. Sungguh trotoar yang nyaman dan  aman untuk dilewati pejalan kaki.
Sayang keadaan serupa sulit ditemui di Jakarta, kota tempat saya tinggal. Keadaan sebagian  besar trotoar di Jakarta sungguh memprihatinkan  sehingga tidak semua warga kota bisa memanfaatkannya.  Saya sendiri sebagai penyandang disabilitas tuna daksa  juga sering  mengalami kesulitan saat hendak berjalan di trotoar. Rata-rata trotoar di Jakarta  dibangun cukup tinggi sehingga saya mengalami kesulitan untuk naik dan berjalan di atasn ya. Bahkan bagi orang-orang yang bukan penyandang disabilitas, beberapa orang lanjut usia misalnya, sulit pula untuk menaikinya.
Kalaupun ada   trotoar  yang landai dan rendah, biasanya dilintasi para pengendara motor.  Belum lagi keberadaan lapakl-lapak pedagang kaki lima yang semakin mempersempit ruang gerak para pejalan kaki.  Akhirnya dengan terpaksa saya lebih sering  berjalan di bahu jalan walaupun dengan risiko bisa  tersambar kendaraan yang lewat. Saya yakin  keadaan serupa juga dialami banyak warga Jakarta lain termasuk yang bukan  penyandang  disabilitas. Sungguh hak para pejalan kaki di Jakarta sudah terrampas.
Berjalan  kaki adalah aktivitas  yang dilakukan semua orang tanpa batasan usia tanpa batasan status. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, baik yang miskin maupun yang  berpunya.  Termasuk para pemilik kendaraan pasti ada saatnya berjalan kaki bukan? Trotoar dibangun dengan tujuan memfasilitasi pejalan kaki yang melintasi jalan raya agar terjamin keselamatannya. Sebab sama seperti para pengendara,  para pejalan kaki  pun berhak atas keamanan dan  kenyamanan  selama berada di jalan raya. Sehingga Pemerintah  Daerah DKI wajib menyediakan   trotoar yang layak bagi warganya. Hal ini diperkuat dengan adanya: Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) No. 22/2009 pasal 25  UU yang menyebutkan setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat.
Melihat keadaan trotoar di Jakarta , saya berpikir mungkin  Pemda DKI  berprinsip yang penting ada trotoar tanpa perlu memperhatikan aksesibilitas  bagi para penggunanya. Atau mungkin  Pemda DKI memang kurang tahu desain trotoar ideal yang memberikan  aksesibilitas bagi semua warga kota termasuki para penyandang disabilitas. Yang lebih konyol lagi saya sempat berpikir jangan-jangan  trotoar  di Jakarta dibangun tinggi justru untuk mencegah para pengendara motor menaikinya sehingga keselamatan para pejalan kaki terjamin (termasuk keselamatan pejalan kaki  penyandang disabilitas tuna daksa atau tidak ya he….he…he…… ) 

Pemda DKI harus mulai membenahi   trotoar di Jakarta. Saya rasa biayanya tidak terlalu besar. Kan tidak semua harus dibongkar dan dibangun  lagi dari awal. Sebagian trotoar yang terlanjur dibangun  tinggi saya rasa cukup dibongkar ujungnya saja dan dibuat melandai sehingga lebih mudah diakses para pejalan kaki  termasuk penyan dang disabilitas tuna daksa termasuk yang berkursi roda.
Lantas bagaimana cara menghalau pengendara motor dan pedagang kaki lima yang menyalahgunakan  fungsi trotoar. Tidak sulit kok. Hanya dibutuhkan kemauan dan ketegasan aparat  keamanan  untuk menindak dan  memberi sanksi kepada para pelanggar.
Tapi tak adil juga rasanya kita hanya menuntut Pemda DKI yang bertanggung jawab atas ketersediaan  trotoar  yang layak dan pengembalian  fungsi utamanya  . Karena  nyatanya kesadaran masyarakat akan fungsi  hakiki trotoar dan hak-hak  pejalan kaki juga masih rendah. Jadi kita warga Jakarta pun harus turut berpartisipasi dengan semakin memahami fungsi trotoar. 
Sudah banyak upaya yang dilakukan sebagian warga Jakarta untuk mendorong dan  membantu Pemda DKI mengembalikan fungsi trotoar.  Sebut saja  gerakan yang digalang komunitas  pecinta  jalan kaki Koalisi Pejalan Kaki dan @jalankaki. Atau Ruang Jakarta (Rujak) yang beranggotakan arsitek dan  pakar tata ruang kota. Memanfaatkan kecanggihan teknologi  informasi  misalnya lewat blog jalankakijakarta.wordpress.com dan akun Twitter@jalankaki,  mereka tak bosan menyosialisasikan hak-hak pejalan kaki dan memberi pengetahuan  tentang jalur khusus pejalankaki atau trotoar yang ideal. Sedangkan langkah nyata mereka lakukan dengan menggelar aksi  rutin menghalau pengendara motor yang menaiki  trotoar. Bahkan sampai telentang  di trotoar kalau perlu untuk menghalangi pengendara motor yang hendak melintas.
Kalau saya sendiri lebih suka berseru lewat tulisan di blog pribadi saya. Apalagi sekarang sedang ada kontes blogging  Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas yang terselenggara atas kerja sama KARTUNET  http://www.kartunet.com, ASEAN Blogging Comunity dan XL  Axiata . Yaa sekai merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan membuat tulisan ini selain saya berpartisipasi menyosialisasikan  pengembalian fungsi  trotoar, siapa tahu bisa memenangkan  kontes bloggingnya he….he….he….
Dan inilah seruan saya J. Wahai para pejabat Pemda yang berwenang,  tolong sediakan trotoar yang lebih  layak dan ideal, yang rapi, lapang dan  tidak terlalu  tinggi sehingga bisa diakses semua pejalan kaki. Bagi para pengendara motor , insyaflah , trotoar HANYA untuk pejalan kaki. Tempat Anda di bahu jalan raya.  Sedangkan bagi padagang kaki lima, saya tak bermaksud menutup jalan rezeki  Anda.  Saya yakin Anda pasti tahu kok trotoar bukan tempat   berjualan . Jangan singkirkan kami dari tempat yang memang menjadi hak kami.
Memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Tapi saya yakin suatu saat Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia bisa memiliki trotoar yang aman dan  nyaman bagi para pejalan kaki seperti kota-kota di mancanegara.  Dengan saling bahu membahu Pemda DKI dan warga kota Jakarta bisa mewujudkan trotoar  yang bisa  diakses  semua pejalan kaki tanpa kecuali, tanpa batasan usia tanpa batasan status termasuk  bisa  diakses  para penyandang disabilitas .  Trotoar yang memberi aksesibilitas tanpa batas.
0 komentar

BUKA TOPENGNYA LIHAT ISINYA


Sebagian masyarakat menganggap kesan pertama yang didapat  dari wajah rupawan seseorang memberi nilai plus bagi orang terssebut. Adanya tuntutan kesempurnaan tampilan fisik tak ayal membuat setiap orang berusaha memakai ”topeng” terbaik dengan.  Memakai  pakaian,make up, aksesoris terbaik agar penampilan lebih oke atau memperhatikan cara bertutur dan bertingkah laku agar terlihat lebih santun. Ada yang bertujuan agar lebih diterima oleh masyarakat, mudah mendapatkan pekerjaan , dipercaya klien  atau bahkan agar gampang mendapat jodoh.
Tapi apakah tampilan fisik bisa dijadikan tolok ukur kwalitas dan karakter seseorang? Tidak selalu demikian. Banyak cerita kita dengar tentang orang-orang dengan wajah cantik/ganteng dan tutur kata manis di kemudian dari terbukti menyakiti dan memperdaya orang lain. Tak sedikit pula orang dengan fisik tak sempurna ternyata berhati mulia dan layak jadi panutan. Bahkan di panggung hiburan sering terjadi selebritis yang mukanya kata anak sekarang enggak banget dan alay banget  justru lebih ngetop dan tajir abis dibanding si cantik atau si ganteng.
Sungguh tak adil menilai seseorang hanya dari penampilan tanpa memberi kesempatan sedikitpun untuk menunjukkan kemampuan diri dan karakter aslinya. Cara paling jitu untuk membuka “topeng“ seseorang  adalah lewat  komunikasi dan interaks. Karena pribadi sejati seseorang bisa muncul lewat bahasa tubuhnya saat berkomunikasi dan berinteraksi. Bahkan orang yang paling jago berpura-pura sekalipun bisa tanpa sadar membuka sendiri  topengnya justru saat mengobrol santai . Nah, kalau topengnya sudah terbuka baru ketahuan deh aslinya.
Di jaman moderen yang serba sibuk ini, tak ada salahnya kita luangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga kita bisa lebih mengenal dan menghargai pribadi sejati orang lain,siapapun dia, tak hanya dari kesan pada pandangan pertama.
DON’T JUDGE A BOOK BY ITS COVER!






0 komentar

PRIBADI YANG DEWASA

Idealnya, semakin bertambah usia seseorang semakin dewasa dan bjjak pribadinya sehingga bisa dijadikan panutan dan dihormati. Tapi sering  kita  temui beberapa orang yang sesungguhn ya berusia cukup matang namun sikapnya menyebalkan kekanak-kanakan sehingga orang menghindarinya. Kalaupun kelihatan  dihormati biasanya hanya keharusan menghormati orang yang lebih tua. Tentu kita tak ingin mengalami hal demikian. dengan terus belajar Sesungguhnya bisa menjadikan kita pribadi yang  semakin dewasa bjjak dan menawan. Simak tipsnya berikut ini;
1.  Cobalah beradaptasi sesuai perkembangan jaman! Dunia selalu berubah Jangan selalu menuruti perasaan negatif  seperti merasa tidak cocok dengan pergaulan jaman  sekarang, atau membandingkan dengan keadaan masa lalu yang dianggap lebih baik. Mengikuti perkembangan jaman bukan berarti 100% mengikuti tren atau gaya yang sedang berlaku lho karena justru akan terlihat aneh dan gak inget umur. Cobalah berbahagia dimana pun dan kapan pun kita berada.
2.  Usia dewasa tidak selalu membuat kita menjadi yang paling pintar dan selalu benar.  Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita termasuk mereka yang lebihh muda. Jadi jangan sombong dan tak ada salahnya belajar dari semua orang dari berbagai golongan.
3. Semakin sering berinteraksi dengan banyak orang yang beragam karakternya dan memperluas jaringan  sangat membantu untuk terus memperbaiki diri . Sehingga tanpa disadari kepribadian akan semakin matang.
4. Perlakukan orang lain dengan baik dan tulus sebagaimana kita ingin  diperlakukan demikian, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti.
Saat berbuat baik pada orang lain sesungguhnya kita sedang berbuat baik pada diri sendiri.. Jadi jangan heran  jika kita Membahagiakan seseorang lantas di saat yang tak terduga kita mendapat kebahagiaan darinya atau dari orang lain,  
5. Kedewasaan seseorang terlihat dari sikap dan tutur kata yang arif dan bijaksana dalam bertindak. Lebih banyak mendengar,  berpikir masak-masak dan cepat bertindak daripada berbicara, itulah yang dilakukan  orang dewasa pada saat yang penting. Hal lain yang penting adalah orang dewasa  bertanggung jawab atas baik buruk tindakannya.
6. Tidak seorangpun sempurna di muka bumi ini!Jadi jangan pernah rendah diri. Terimalah  kekurangan diri dan cobalah memperbaikinya kalau perlu. Selalu mengikuti informasi , perluas bakat, minat dan pengetahuan untuk menambah rasa  percaya diri.
7. Kita tak bisa selalu bergantung pada satu/beberapa orang tertentu seumur hidup. Selama jiwa dan raga sehat,walau mungkin  tak sempurna, cobalah untuk mandiri.
8. Hanya anak kecil yang selalu berpikir bisa mendapatkan semua yang diinginkan. Berhentilah bersikap egois, sadarilah apa yang terjadi di dunia nyata belum tentu sesuai dengan keinginan. Lebih bijak untuk lebih memikirkan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri. Mulailah lebih dulu memberi sebelum menerima.
9. Omongan yang bisa dipercaya dan djadikan panutan adalah ciri orang dewasa. Berhati-hati dalam berujar dan tidak mengucapkan hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akan menambgah kehormatan pada pribadi  yang dewasa.

Menjadi tua  adalah hal tak terelakkan. Namun menjadi dewasa adalah pilihan. Proses pendewasaan diri memang tidak mudah dan instan. Butuh waktu lama bahkan seumur hidup kalau perlu. mau jadi pribadi  yang dewasa.
0 komentar

10 November : Forget Me Not Day


Ada hal menarik yang saya temukan  ketika browsing internet.  Tanggal 10 November  yang di Indonesia dijadikan hari pahlawan ternyata di beberapa negara barat dijadikan National Forget-Me-Not Day atau hari nasional jangan lupakan aku.
Secara khusus orang-orang Irlandia  memanfaatkan Forget-Me-Not Day untuk menghubungi  keluarga, teman  dan orang-orang tercinta terutama yang sudah lama tak dijumpai. Maksudnya  tak lain untuk menjalin kembali  tali silaturahmi dan  sebagai tanda selalu mengingat keberadaan seseorang.
Jujur saya merasa aneh kok ada orang yang terpikir menetapkan hari seperti ini. Kesannya gak penting banget  mengemis-ngemis minta orang lain mengingat diri kita. Tapi kalau dipikir lebih jauh lagi saya pikir perlu juga ada hari seperti Forget-Me-Not Day ini.
Kesibukan merupakan alasan banyak manusia moderen baik secara sengaja atau tidak melupakan keluarga  dan teman  . Yang dewasa sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga. Yang anak-anak dan  remaja juga punya segudang tugas sekolah atau kuliah dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Tak hanya keluarga  dan teman  yang  tinggalnya  jauh dan  tidak setiap hari ditemui.   Kini bahkan orang kekurangan waktu berinteraksi  dengan keluarga inti yang tinggal serumah. Seakan  hampir tak ada waktu untuk bersilaturahmi justru dengan orang-orang tercinta.
Perkembangan teknologi informasi  dengan  berbagai  kemudahan yang ditawarkan menambah lagi kesibukan seseorang. Kemudahan yang dimaksud untuk  membuat kita tak terlalu tergantung dengan orang lain ini justru membuat kuantitas dan kualitas interaksi dalam  keluarga inti berkurang. Bukan lagi sebuah pemandangan  aneh kalau dalam  suatu ruangan  si  ayah sibuk dengan  laptopnya, sang ibu bolak-balik BBM an dengan teman –tem an arisannya sementara si anak asyik dengan gadgetnya.
Secara fisik keluarga itu tampak bersama tapi komunikasi dari hati ke hati hampir tak ada.Ditambah lagi dengan pemikiran kalau setiap hari bertemu maka tak mungkin keluarga inti terlupakan. Padahal bukan tak mungkin saat seseorang sedang memiliki masalah ia merasa terabaikan dan terlupakan oleh keluarganya yang tak mempunyai cukup waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya.
Kita memang tak bisa menyalahkan kesibukan dan perkembangan  teknologi sebagai penyebab tak rekatnya sebuah hubungan . Karena sesungguhnya usaha dan niat adalah kunci utama untuk menjalin silaturahmi. Forget me not day memang bukan hari nasional indonesia.  Tapi tak ada salahnya menerapkan makna peringatan hari itu dalam kehidupan kita.
Tak perlu tepat 10 november dijadikan Forget me not day kita sendiri . Kapan saja setiap hari kalau perlu. Tak perlu berupa  bunga atau hadiah sebagai bukti kita mengingat keluarga, teman  dan orang-orang tercinta. Meluangkan waktu untuk bercengkerama dan sungguh-sungguh mendengarkan sudah cukup membuat siapapun merasa bahagia dan tak terabaikan . 
Bagaimana dengan mereka yang benar-benar tak bisa meluangkan waktu untuk bertemu secara fisik? Lima menit percakapan menyenangkan lewat telepon atau pesan-pesan singkat  yang mungkin konyol via sms, bbm atau e-mail sudah membuktikan pada keluarga, teman  dan orang-orang tercin ta kalaun kita tak melupakan mereka.
Jangan pernah memutuskan tali silaturahmi dan  melupakan keberadaan orang-orang tercinta. Karena kita pun tentu tak ingin keberadaan kita terlupakan  terutama oleh orang-orang yang tercinta. Selamat merayakan hari  jangan LUPAKAN AKU



0 komentar

TOLONG DONG!

Kata siapa minta tolong itu hal yang mudah? Buat sebagian orang, barangkali termasuk saya dan anda, terkadang sulit mengucapkan kata TOLONG. Bahkan saat kepepet sekalipun. Bukan berarti mereka sombong tak butuh bantuan orang lain. Sesungguhnya ada beberapa hal yang membuat seseorang enggan bahkan pantang meminta bantuan orang lain.
1.     Demi menjaga image dan kewibawaan, beberapa orang berjabatan tinggi atau punya posisi penting dalam suatu lingkungan merasa pantang meminta pertolongan terutama dari orang yang “derajatnya” lebih rendah. Buat  mereka meminta pertolongan  dapat menjatuhkan image.
2.     Orang yang sedari kecil dididik kemandirian secara keras biasanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih suka menyelesaikan semua masalahnya sendiri sebelum meminta bantuan orang lain.
3.     Pengalaman hidup yang sulit dan diabaikan orang tua atau keluarga baik secara sengaja atau tidak bisa membuat seorang anak terpaksa harus mengurus diri sendiri. Kelak  anak ini jad terbiasa mandiri dan  tak mudah memnta bantuan,
4.     Perasaan takut ditolak oleh lingkungan yang mengutamakan kesempurnaan membuat seseorang takut terlihat gagal. Sehingga ketika mengalami kesulitan ia lebih memilih tak meminta bantuan ketimbang dianggap lemah dan tak becus oleh lingkungan sekitarnya.

4.     Pantang menerima dan meminta tolong pada orang atau kelompok orang tertentu merupakan bentuk pertahanan diri agar tidak lagi merasa kecewa dari mereka yang pernah mendapat pengalaman dikecewakan terutama saat sedang merasa kesuitan di masa lalu.
5.     Sering mengalami kesulitan saat meminta pertolongan bisa membentuk pemikiran pada seseorang bahwa  bahwa kini tak ada lagi istilah “saling tolong”. Sehingga tak ada lagi gunanya meminta pertolongan orang lain.
6.     Ada juga orang yang beranggapan meminta pertolongan sama saja membuka aib dan menunjukkan pribadi yang lemah. Jika ada yang menawarkan bantuan. saat mereka dalam masalah justru mereka merasa sedang diragukan kemampuannya
Sebagai mahluk social manusia akan selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Ketidaksempurnaan membuat  setiap orang betapapun hebatnya, harus bekerja sama dan saling tolong dengan orang lain. Jadi suka atau tidak selama hidup kita harus bisa membuka diri menerima pertolongan dari siapa saja.
Ada beberapa hal yang patut diperhatikan untuk mengubah pemikiran yang membuat kita sulit meminta pertolongan:
1.     Sikap terlalu mandiri sampai menolak pertolongan orang lain justru dapat menimbulkan kesan sombong. Hal ini  bisa mempersulit dalam mendapatkan teman-teman baru dan berinteraksi social. Ujung-ujungnya kita jadi terisolir dan merasa kesepian.
2.       Yakinlah bahwa seseorang tetap bermartabat dan layak dihormati saat mendapat pertolongan. Kalaupun ada yang menolong tapi dengan niat kurang baik, takkan menjadikan orang itu sebagai pecundang bodoh dan pribadi tak berharga.      
3.     Tidak semua orang seburuk yang kita pikir.Kalau dimasa lalu anda kerap kesulitan mendapatkan pertolongan dan ingin mencoba membuka diri, cobalah memilih  orang yang anda percayai takkan mengecewakan. Lakukan dengan perlahan tahap demi tahap sampai rasa percaya pada orang lain bisa didapatkan kembali.
4.     Meminta pertolongan akan menyadarkan kita bahwa semua orang punya kelemahan, semua orang   punya masalah.Tidak semua masalah bisa kita selesaikan sendiri. Alih-alih menyembunyikan masalah supaya terlihat kuat, mengapa tak meminta tolong pada orang lain yang punya kemampuan dan pengalaman menyelesaikan masalah serupa.
5.   Tanpa disadari saat MEMINTA pertolongan pada seseorang sesungguhnya kita justru sedang MEMBERI dua hal. Pertama, rasa percaya diri dan perasaan dibutuhkan. Kedua, kesempatan untuk lebih mengenal diri kekuatan dan kelemahan kita.
 Tolong menolong termasuk dalam “lingkaran kasih sayang” dimana di dalamnya juga terdapat elemen mencintai, menyayangi dan memberi perhatian . Sama seperti elemen lain dalam lingkaran kasih sayang dengan saling tolong kita belajar untuk selalu terlibat dalam hubungan  timbal balik MEMBERI dan MENERIMA.
Jadi jangan lagi pernah ragu meminta dan menerima pertolongan. Biarkanlah orang lain memasuki lingkaran kasih sayang kita. Dan ijinkan diri kita terlibat dalam pembentukan lingkaran kasih sayang orang-orang disektar kita.
\
0 komentar