Penulis John C. Maxwell dan Les Parrott Ph.D
Jumlah halaman 210
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tak seorangpun bisa melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang lain. Bahkan untuk sebuah kemenangan hanya bisa diraih dengan bantuan orang lain. Tak ada cara untuk memikat orang lain agar dengan senang hati membantu kita menjadi pemenang selain membuat mereka merasa dihargai. Disinilah ketrampilan menjalin hubungan interpersonal berperan penting. Tapi kita tak mungkin bisa membuat orang lain merasa berharga jika kita tak lebih dulu mulai menghargai dan meningkatkan nilai-nilai positif diri kita sendiri.
Buku 25 WAYS TO WIN WITH PEOPLE mengajarkan 24 cara,selain menghargai diri sendiri, untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalin hubungan interpersonal. Cara-cara yang disajikan kebanyakan berupa tindakan terhadap orang lain yang kelihatan sangat sederhana dan umum dilakukan tapi sungguh dapat membuat mereka merasa sangat berharga. Misalnya saja dengan menyampaikan kata-kata pujian dan penghargaan, menawarkan bantuan atau bahkan hanya dengan mengingat nama atau cerita seseorang.
Selain itu ada juga cara-cara yang membutuhkan upaya dan hasrat besar untuk melakukannya seperti berusaha untuk selalu berprasangka baik kepada setiap orang walaupun ada kemungkinan kita akan “dimanfaatkan”.Cara yang lain misalnya denga rela hati menekan ego demi mengubah impian saya menjadi impian kita. Atau bahkan dengan tulus berbagi rahasia ,suatu hal yang mungkin tak semua orang akan mampu dan terbiasa untuk mempraktekkannya.
Dalam buku 25 WAYS TO WIN WITH PEOPLE juga diajarkan “aturan 30 detik” dan “aturan emas” yang harus diperhatikan saat kita menjalin hubungan sehingga orang lain akan selalu merasa nyaman berada di dekat kita. Dan ada kabar bagus bagi anda yang sulit mengingat nama orang, buku ini mengajarkan metode SAVE untuk mengatasi masalah tersebut.
Pembahasan dalam 25 WAYS TO WIN WITH PEOPLE sangat spesifik. Pembaca tidak hanya dijelaskan bagaimana menerapkan masing-masing cara meningkatkan ketrampilan menjalin hubungan interpersonal tapi juga pemahaman aspek psikologis di balik penerapannya. Selain itu pada bagian akhir dari tiap bab terdapat semacam rangkuman yang sebetulnya membantu pembaca memahami dan menerapkan materi yang dibahas.Tapi sayang sekali banyak kalimat yang digunakan untuk mengalih bahasakan buku ini yang membingungkan sehingga dapat mengurangi kenikmatan waktu membaca.
John C. Maxxwell mengungkapkan bahwa tidak ada kegembiraan lebih besar dalan hidup selain menyaksikan orang lain mekar, tumbuh dan meraih potensi mereka. Hidup Anda akan berubah dan Anda bisa menjadi pemenang dengan membuat orang lain merasa begitu berharga. 25 WAYS TO WIN WITH PEOPLE adalah referensi tepat bagi Anda yang ingin berperan serta membantu setiap orang dalam hidup Anda menjadi pemenang bersama dengan Anda.
0
komentar
BE YOURSELF DENGAN CARA YANG BENAR
Suatu penyakit genetic telah mengubah jalan hidupnya. Pada usia 10 tahun Mimi M Lusli yang terlahir normal mulai secara bertahap kehilangan penglihatannya akibat penyakit retinitis pigmentosa. Bangku sekolah dasar umum terpaksa harus ditinggalkan karena gangguan penglihatan menyulitkannya mengikuti proses belajar .Sambil terus berobat Mimi melanjutkan pendidikan di Sekolah Tunagrahita Bakti Luhur, Malang, Jawa Timur..
Saat usianya 17 tahun, wanita bernama lengkap Veronika Laetitia Mimi Mariani Lusli ini mengalami kebutaan total . Merasa sangat terpukul selama beberapa waktu ia memilih mengasingkan diri dari dunia luar. Sampai akhirya ia menyadari bahwa kondisinya masih lebih baik dibandingkan teman-teman tunagrahita yang punya mata tapi tidak pernah dipakai secara baik.
Dengan dibantu orangtua , keluarga dan pihak lain yang peduli dengannya, Mimi bangkit dari keterpurukan. Dengan susah payah bahkan sampai nangis Bombay, begitu istilah yang dipakainya, Mimi belajar menulis dan membaca Braille. Pendidikan di sekolah umum juga dilanjutkannya kembali
Pada tahun 1982, setelah menyelesaikan studi setara SMP di Malang Mimi melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Santa Maria . Dia kemudian berhasil meraih gelar sarjananya di IKIP Santa Dharma Jogja tahun 1989.
Tak berhenti sampai disitu, wanita kelahiran 17 December ini mengambil program studi Master of Sains di Universitas Indonesia Depok tahun 1995. Bahkan dengan beasiswa dari British Council, Mimi telah menyelesaikan program studi Master of International Communication di Leeds University, Inggris. Saat ini pun ia teengah menemnpuh pendidikan S3 di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda
Mimi menggunakan cara-cara unik yang memudahkannya mengikuti proses belajar di sekolah umum dan perguruan tingggi. Dengan mesin tik, ia menuliskan jawaban latihan, ulangan dan ujian karena tak lagi bisa menuliskannya di kertas. Ketika harus membaca diktat perkuliahan, Mimi dibantu sejumlah teman serta saudara. Saat di perguruan tingggi, ia membawa tape recorder kecil untuk merekam mata kuliah supaya bisa dipelajari lagi di rumah .
“Berpikiran ‘AKU TIDAK BISA’ karena hanya tahu dan menggunakan satu cara serta berpandangan masyarakat tidak mau memahami penyandang cacat!,”jelas Mimi mengenai sikap-sikap yang dapat menghambat kemajuan seorang penyandang cacat.
Menurut Mimi, seorang penyadang cacat harus kreatif mencari cara-cara yang memudahkan melakukan kegiatan tertentu karena dengan kondisinya seringkali sulit beraktivitas dengan cara yang umum dilakukan orang nomal. Selain itu seorang penyandang cacat jangan segan-segan memulai interaksi dengan masyarakat sekitar karena sebagian besar masyarakat memang belum memahami bagaimana berinteraksi dengan penyandang cacat dan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan.
Ketika HARMONI menanyakan cita-citanya,sambil tersenyum Mimi menjawab, “Tidak muluk-muluk. Hanya ingin membuat orang lain menjadi lebih baik.”.Tentu saja membuat kehidupan teman-teman penyandahng cacat menjadi lebih baik termasuk dalam cita-citanya. Menurut pengamatan dosen Universitas Atma Jaya, Jakarta ini berbagai usaha baik dari pemeritah maupu masyarakat untuk memperhatikan nasib para penyandang cacat saat ini memang jauh lebih baik. Tapi pelaksanaannya lebih sering bersifat seremonial dan belum menyentuh ke semua lapisan masyarakat karena kurangnya sosialisasi disabilitas.
Untuk merealisasikan cita-citanya, Mimi turut serta dalam pendirian beberapa organisasi yang peduli pada pengembangan dan memperjuangkan hak-hak penyandang cacat yaitu Himpunan Wanita Penyandadang Cacat Indonesia (HWPCI), Biro Pelayanan Penyandang Cacat Laetitia ,Yayasan Mitra Netra dan terakhir Mimi Institute
Mimi Institute adalah sebuah lembaga konsultasi, pelatihan dan publikasi yang bervisi mengarusutamakan dan membiasakan kecacatan ke tengah masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik.Diharapkan lewat lembaga ini masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat tentang disabilitas dan penyandang cacat dapat diberdayakan lewat capacity building. Rencananya tahun depan Mimi Institute akan mendirikan sekolah pengembangan kepribadian bagi penyandang cacat remaja.
Bagi para penyandang cacat Mimi berpesan untuk menjadi diri sendiri dalam beraktivitas tanpa banyak mengeluh. Tak mengapa kalau harus berjalan ngesot atau beraktivitas dengan cara yang tak normal namun harus sesuai dengan norma kesopanan dan kepatutan.Justru dengan menjadi diri sendiri, penyandang cacat dapat membuka mata masyarakat bahwa kecacatan adalah sebuah keunikan.
Jadi kesimpulannya “Be yourself tapi dengan cara yang benar,” tegas Mimi menutup perbincangan.
(wahjoe wigati) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.42
Saat usianya 17 tahun, wanita bernama lengkap Veronika Laetitia Mimi Mariani Lusli ini mengalami kebutaan total . Merasa sangat terpukul selama beberapa waktu ia memilih mengasingkan diri dari dunia luar. Sampai akhirya ia menyadari bahwa kondisinya masih lebih baik dibandingkan teman-teman tunagrahita yang punya mata tapi tidak pernah dipakai secara baik.
Dengan dibantu orangtua , keluarga dan pihak lain yang peduli dengannya, Mimi bangkit dari keterpurukan. Dengan susah payah bahkan sampai nangis Bombay, begitu istilah yang dipakainya, Mimi belajar menulis dan membaca Braille. Pendidikan di sekolah umum juga dilanjutkannya kembali
Pada tahun 1982, setelah menyelesaikan studi setara SMP di Malang Mimi melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Santa Maria . Dia kemudian berhasil meraih gelar sarjananya di IKIP Santa Dharma Jogja tahun 1989.
Tak berhenti sampai disitu, wanita kelahiran 17 December ini mengambil program studi Master of Sains di Universitas Indonesia Depok tahun 1995. Bahkan dengan beasiswa dari British Council, Mimi telah menyelesaikan program studi Master of International Communication di Leeds University, Inggris. Saat ini pun ia teengah menemnpuh pendidikan S3 di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda
Mimi menggunakan cara-cara unik yang memudahkannya mengikuti proses belajar di sekolah umum dan perguruan tingggi. Dengan mesin tik, ia menuliskan jawaban latihan, ulangan dan ujian karena tak lagi bisa menuliskannya di kertas. Ketika harus membaca diktat perkuliahan, Mimi dibantu sejumlah teman serta saudara. Saat di perguruan tingggi, ia membawa tape recorder kecil untuk merekam mata kuliah supaya bisa dipelajari lagi di rumah .
“Berpikiran ‘AKU TIDAK BISA’ karena hanya tahu dan menggunakan satu cara serta berpandangan masyarakat tidak mau memahami penyandang cacat!,”jelas Mimi mengenai sikap-sikap yang dapat menghambat kemajuan seorang penyandang cacat.
Menurut Mimi, seorang penyadang cacat harus kreatif mencari cara-cara yang memudahkan melakukan kegiatan tertentu karena dengan kondisinya seringkali sulit beraktivitas dengan cara yang umum dilakukan orang nomal. Selain itu seorang penyandang cacat jangan segan-segan memulai interaksi dengan masyarakat sekitar karena sebagian besar masyarakat memang belum memahami bagaimana berinteraksi dengan penyandang cacat dan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan.
Ketika HARMONI menanyakan cita-citanya,sambil tersenyum Mimi menjawab, “Tidak muluk-muluk. Hanya ingin membuat orang lain menjadi lebih baik.”.Tentu saja membuat kehidupan teman-teman penyandahng cacat menjadi lebih baik termasuk dalam cita-citanya. Menurut pengamatan dosen Universitas Atma Jaya, Jakarta ini berbagai usaha baik dari pemeritah maupu masyarakat untuk memperhatikan nasib para penyandang cacat saat ini memang jauh lebih baik. Tapi pelaksanaannya lebih sering bersifat seremonial dan belum menyentuh ke semua lapisan masyarakat karena kurangnya sosialisasi disabilitas.
Untuk merealisasikan cita-citanya, Mimi turut serta dalam pendirian beberapa organisasi yang peduli pada pengembangan dan memperjuangkan hak-hak penyandang cacat yaitu Himpunan Wanita Penyandadang Cacat Indonesia (HWPCI), Biro Pelayanan Penyandang Cacat Laetitia ,Yayasan Mitra Netra dan terakhir Mimi Institute
Mimi Institute adalah sebuah lembaga konsultasi, pelatihan dan publikasi yang bervisi mengarusutamakan dan membiasakan kecacatan ke tengah masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik.Diharapkan lewat lembaga ini masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat tentang disabilitas dan penyandang cacat dapat diberdayakan lewat capacity building. Rencananya tahun depan Mimi Institute akan mendirikan sekolah pengembangan kepribadian bagi penyandang cacat remaja.
Bagi para penyandang cacat Mimi berpesan untuk menjadi diri sendiri dalam beraktivitas tanpa banyak mengeluh. Tak mengapa kalau harus berjalan ngesot atau beraktivitas dengan cara yang tak normal namun harus sesuai dengan norma kesopanan dan kepatutan.Justru dengan menjadi diri sendiri, penyandang cacat dapat membuka mata masyarakat bahwa kecacatan adalah sebuah keunikan.
Jadi kesimpulannya “Be yourself tapi dengan cara yang benar,” tegas Mimi menutup perbincangan.
(wahjoe wigati) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.42
Sukses beradaptasi di lingkungan kerja baru
Mungkin Anda akan mulai bekerja di tempat yang baru. Di minggu pertama banyak hal yang perlu dipelajari, mulai dari mengingat nama-nama rekan kerja, kebiasaan-kebiasaan di kantor hingga kebijakan-kebijakan perusahaan.Hal ini penting dilakukan sebab kemampuan seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya turut menentukan keberhasilan yang akan diraihnya. Berikut tips bagi Anda agar sukses dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru:
1. Perhatikan dengan seksama kebiasaan tak tertulis yang berlaku di kantor baru karena seringkali tata tertib yang diberikan kepada Anda tidak sama dengan praktek di lapangan. Perhatikan pula kebiasaan berprilaku dan berinteraksi rekan kerja Anda. Pelajari aturan-aturan perusahaan dan cobalah menghargai budaya perusahaan
2. Cobalah untuk membuka diri dan berbaur dengan rekan satu tim untuk memahami berbagai proses dan prosedur yang ada. Jangan lupa untuk selalu bersikap ramah kepada semua orang meskipun tidak berhubungan kerja langsung dengan orang tersebut. Tunjukkan bahwa Anda bisa diajak bekerja sama serta layak memperoleh kepercayaan dan respek dari mereka..
3. Ketahui dengan jelas tugas-tugas dan kewajiban agar Anda dapat bekerja secara lebih efektif. Jangan malu bertanya pada atasan atau rekan kerja bila ada sesuatu yang kurang jelas. Namun ingatlah untuk bertanya di saat yang tepat karena terlalu sering bertanya akan mengganggu pekerjaan mereka. Kalau perlu catat semua instruksi pada saat pertama kali diinformasikan untuk mencegah Anda menanyakan hal yang sama berkali-kali.
4..Jangan ragu berterus-terang ketika Anda memerlukan bantuan. Anda akan lebih mudah melakukan kesalahan, jika ingin menyelesaikan sendiri semua masalah,yang ditemui tanpa pernah bertanya.
5. Pelajari gaya berkomunikasi di kantor. Ada atasan yang lebih suka menggunakan email, sedangkan yang lain lebih mengutamakan komunikasi lewat telepon atau tatap muka langsung.
6. Tak ada salahnya memberikan sentuhan personal seperti menambahkan foto atau pernak-pernak lain di cubicle atau meja kerja sehingga Anda lebih nyaman untuk bekerja. Namun ingatlah untuk tidak berlebihan dalam menghias meja Anda.
7. Datanglah lebih awal dan pulang lebih lama selama minggu pertama sehingga Anda kesempatan untuk lebih mengenal lingkungan dan rekan kerja baru dalam suasana yang lebih santai.
8. Anda bisa meminta supervisor atau manajer untuk memberikan penilaian pada bulan pertama, secara informal dan mendiskusikan apa yang kurang dari kinerja Anda. Sehinggga Anda dapat mengambil langkah-langkah perbaikan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja.
9. Selalu bersikap dan berpikiran positif akan membantu Anda beradaptasi dan lebih bersemangat menghadapi tantangan di pekerjaan baru.
(Wahjoe Wigati/dari berbagai sumber) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.38
1. Perhatikan dengan seksama kebiasaan tak tertulis yang berlaku di kantor baru karena seringkali tata tertib yang diberikan kepada Anda tidak sama dengan praktek di lapangan. Perhatikan pula kebiasaan berprilaku dan berinteraksi rekan kerja Anda. Pelajari aturan-aturan perusahaan dan cobalah menghargai budaya perusahaan
2. Cobalah untuk membuka diri dan berbaur dengan rekan satu tim untuk memahami berbagai proses dan prosedur yang ada. Jangan lupa untuk selalu bersikap ramah kepada semua orang meskipun tidak berhubungan kerja langsung dengan orang tersebut. Tunjukkan bahwa Anda bisa diajak bekerja sama serta layak memperoleh kepercayaan dan respek dari mereka..
3. Ketahui dengan jelas tugas-tugas dan kewajiban agar Anda dapat bekerja secara lebih efektif. Jangan malu bertanya pada atasan atau rekan kerja bila ada sesuatu yang kurang jelas. Namun ingatlah untuk bertanya di saat yang tepat karena terlalu sering bertanya akan mengganggu pekerjaan mereka. Kalau perlu catat semua instruksi pada saat pertama kali diinformasikan untuk mencegah Anda menanyakan hal yang sama berkali-kali.
4..Jangan ragu berterus-terang ketika Anda memerlukan bantuan. Anda akan lebih mudah melakukan kesalahan, jika ingin menyelesaikan sendiri semua masalah,yang ditemui tanpa pernah bertanya.
5. Pelajari gaya berkomunikasi di kantor. Ada atasan yang lebih suka menggunakan email, sedangkan yang lain lebih mengutamakan komunikasi lewat telepon atau tatap muka langsung.
6. Tak ada salahnya memberikan sentuhan personal seperti menambahkan foto atau pernak-pernak lain di cubicle atau meja kerja sehingga Anda lebih nyaman untuk bekerja. Namun ingatlah untuk tidak berlebihan dalam menghias meja Anda.
7. Datanglah lebih awal dan pulang lebih lama selama minggu pertama sehingga Anda kesempatan untuk lebih mengenal lingkungan dan rekan kerja baru dalam suasana yang lebih santai.
8. Anda bisa meminta supervisor atau manajer untuk memberikan penilaian pada bulan pertama, secara informal dan mendiskusikan apa yang kurang dari kinerja Anda. Sehinggga Anda dapat mengambil langkah-langkah perbaikan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja.
9. Selalu bersikap dan berpikiran positif akan membantu Anda beradaptasi dan lebih bersemangat menghadapi tantangan di pekerjaan baru.
(Wahjoe Wigati/dari berbagai sumber) 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 02.38
BUNGA-BUNGA BERWARNA-WARNI PELANGI
Setangkai bunga dengan warna tertentu atau semurat beberapa warna sudah sering kita jumpai. Tapi setangkai bung a dengan warna kelopak yang berbeda satu dengan yang lain merupakan penemuan terbaru hasil kemajuan teknologi pertanian.
Bunga dengan corak pelangi ini ditemukan oleh pengembang bunga dari toko bunga River Flowers and FJ Zandbergen & Zn, Belanda. Warna pelangi bunga-bunga ini dihasilkan dari penginjeksian cairan warna organik secara bertahap dengan dosis tertentu.
Anda yang beminat memberikan bunga-bunga ini sebagai hadiah hari Valentine bagi orang-orang tercinta sepertinya akan kecewa. Karena minat masyarakat Belanda dan Eropa untuk membeli bunga-bunga ini begitu besar. Sampai-sampai toko bunga ini kewalahan karena jmlah pesanan tak sebanding dengan jumlah bunga yang tersedia. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.56
RONNY POLUAN DAN PAKET WISATA UNTUK MENGATASI KEMISKINAN
Pada umumnya orang melakukan kunjungan wisata ke tempat bersejarah,atau ke tempat dengan pemandangan indah dengan berbagai fasilitas yang membuat nyaman dan menyenangkan.Tetapi banyak orang yang mungkin belum tahu bahwa ada sebuah paket wisata yang justru mengajak para wisatawan ke tempat yang kumuh, yang sama sekali jauh dari gambaran keindahan dan kenyamanan.JAKARTA HIDDEN TOUR yang dirikan oleh Ronny Poluan pada tahun 2008 menawarkan paket kunjungan wisata ke pemukiman kumuh masyarakat miskin di Jakarta.
Pria yang alumnus IKJ yang banyak berkecimpung dalam kegiatan kesenian ini mengamati banyak seniman asing yang datang ke Jakarta hanya bertemu dengan kalangan tertentu saja yaitu masyarakat golongan menengah atas di tempat-tempat yang representatif, untuk tidak mengatakan mewah.Sebagai orang yang cukup mengenal tempat-tempat di Jakarta beliau ingin mengenalkan wajah Jakarta yang sangat berbeda yang pasti takkan pernah ada dalam buku-buku promosi wisata. Pemukiman-pemukiman kumuh ibukota dengan warga miskin dan segala aspek kehidupan di dalamnya juga merupakan bagian dari budaya Indonesia yang patut untuk diangkat dan dikenalkan pada orang-orang asing. Maka sejak 2008 Jakarta Hidden Tour dirintis dengan tiga tujuan pemukiman kumuh yang utama yaitu di Galur Senen, Luar Batang dan bantaran Kali Ciliwung.
Bukan hal mudah saat awal merintis Jakarta Hidden Tour.Prasangka buruk dan rasa curiga sebagian warga mengenai maksud kedatangan para wisatawan serta prasangka buruk mengenai apa yang mungkin akan dilakukan warga saat awal rony dan teman –teman beserta para wisatawan berkunjung memang sempat terbersit. Dengan berbagai upaya dan pendekatan, pikiran negatif berhasil diubah. Warga senang karena mendapat kunjungan, berkenalan bahkan bersentuhan langsung dengan bule-bule keren yang selama ini hanya mereka lihat di televisi (para wisatawan sebagian besar memang orang asing berkulit putih). Para wisatawan pun merasa senang bisa berkenalan dengan pribadi-pribadi istimewa yang sebagian mempunyai profesi yang mungkin belum pernah mereka ketahui.
Perasaan senang, rasa saling percaya, saling mengagumi dan akhirnya ingin mengenal lebih jauh memang berperan besar dalam membangun interaksi antara warga dan para wisatawan. Karena interaksi para wisatawan dengan warga pemukiman kumuh memang komoditi yang dijual tour ini. Dan diharap interaksi ini menghasilkan”sesuatu yang di dapat setelah kunjungan wisata”. Sesuatu yang lebih bernilai dari sekedar keuntungan ekonomis sekejap bagi warga atau perasaan senang dan puas sesaat bagi para wisatawan . Ronny berharap yang utama di dapat setelah kunjungan ini adalah pengalaman, cara pandang dan pemahaman baru serta inspirasi tentang bagaimana warga yang miskin dan para wisatawan yang hidupnya mapan menjalani kehidupannya.
Tak hanya itu, sebenarnya Ronnny mempunyai niat mulia yaitu mengangkat harkat hidup warga miskin ibukota khususnya di pemukiman kumuh tujuan Jakarta Hidden Tour. Niat ini didasari kegerahan Ronny melihat warga miskin kurang mendapat perhatian bahkan seringkali dibiarkan atau diabaikan. Memang tak dipungkiri sudah ada upaya baik dari pemerintah maupun dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan.Tapi seringkali upaya itu kurang berhasil dan kurang tepat sasaran karena menggunakan pendekatan top down, yaitu berbagai upaya dilakukan tanpa mengetahui secara persis apa yang sesungguhnya dibutuhkan warga miskin.
Jakarta Hidden Tour merupakan sarana Ronny mewujudkan niat mulianya. Karenanya warga pemukiman tak dianggap sekedar obyek wisata tapi sebagai subyek yang turut aktif berinteraksi dengan para wisatawan. Para wisatawan peserta tour tak disebutnya sebagai turis melainkan partisipan yang ikut andil dalam realisasi niat mulianya.Pendapatan bersih dari Jakarta Hidden Tour sebagian diberikan kepada warga pemukiman kumuh berupa bantuan sembako, bantuan modal usaha kecil, pelayanan kesehatan atau bentuk lain yang memang dibutuhkian warga. Bahkan di Galur Senen sudah dibuka sekolah informal yang sewa tempatnya dibayar dari pendapatan tour ini.Sekolah ini dikelola oleh Anneke, istr I Ronny. Dan yang lebih membahagiakan banyak partisipan yang datang kembali dengan mengajak teman atau keluarganya dan ikut memberi bantuan, bahkan setelah kunjungan wisata, baik berupa materi, sumbang saran maupun tenaga dengan menjadi relawan.
Ronny memang tak ingin menjadikan Jakarta Hidden Tour sebagai paket wisata biasa tapi lebih sebagai paket sosial budaya dan paket social kemanusiaan. Paket wisata ini diharapkan juga menjadi sarana untuk pemberdayaan warga miskin. Warga pemukiman kumuh nantinya akan diberdayakan sebagai tour guide karena mereka yang lebih mengenal kondisi tempat mereka tinggal. Jadi pendapataan dari paket wisata yang mereka terima kelak bukan lagi dianggap “sumbangan”tapi sungguh hasil kerja mereka sendiri.
Amat disayangkan para partisipan paket wisata ini semuanya orang asing. Banyak orang Indonesia beranggapan harga yang harus dibayar untuk menonton orang miskin relatif mahal. Ronny menjelaskan bahwa dengan harga yang dibayar seorang partisipan tak hanya datang berkunjung, melihat-lihat, memberi derma lalu pulang. Tapi partisipan bisa mengenal lebih jauh orang yang diberi derma ,apa yang mereka butuhkan dan derma itu nantinya akan digunakan untuk apa.Selain itu partisipan bisa mengasah kepedulian terhadap warga miskin yang terpinggirkan dan yang terpenting memperoleh”sesuatu yang didapat setelah kunjungan” yang tak ternilai harganya.
Apa yang telah dilakukan Ronny membuat beberapa orang di Bogor, Surabaya dan Palembang mengundangnya untuk membuat paket wisata sejenis. Tapi Ronny tak menyanggupinya karena merasa tak sungguh-sungguh mengenal kondisi pemukiman kumuh dan warga miskin di kota-kota tersebut.
Belakangan terjadi kontroversi mengenai Jakarta Hidden Tour. Ada yang mengapresiasi apa yang telah dilakukan Ronny tapi tak sedikit juga yang menentang karena menganggap Jakarta Hidden Tour menjual kemiskinan dan membuat malu bangsa Indonesia.Dan justru banyak pejabat pemerintah serta LSM yang katanya peduli rakyat miskin termasuk golongan yang menentang. Ronny berpendapat mereka yang mengangapnya menjual kemiskinan dan membuka aib bangsa sebagai orang yang berpikiran sempit. Ibaratnya mereka yang menentang Jakarta Hidden Tour seperti orang yang mengomentari sebuah film tanpa pernah menontonnya. Karena Ronny menawarkan mereka untuk mengikuti dan melihat bsendiri apa yang dilakukan Jakarta Hidden Tour di pemukiman kumuh
Menurut Ronny ia tetap bangga dan cinta Indonesia meskipun ada banyak rakyat miskin di negeri ini. Justru lewat Jakarta Hidden Tour ia bisa dengan bangga menunjukkan betapa bangsa Indonesia masih bisa tersenyum dan tetap optimis di tengah berbagai masalah yang mendera. Lewat kunjungan ke pemukiman kumuh, partisipan dapat melihat kegigihan dan kreatifitas warga miskin dalam mengatasi masalah hidup.Bahkan seorang partisipan mengatakan bertolak belakang dengan alasan pemberlakuan travel banning ia merasa sangat aman di Indonesia termasuk di pemukiman kumuh, kawasan yang bahkan bagi orang Indonesia sendiri dianggap rawan.
Saat HARMONI menanyakan tanggapannya terhadap komentar bahwa Jakarta Hidden Tour mengeksploitasi orang miskin, seraya tertawa Ronny menceritakan komentar lucu seorang partisipan. Si partisipan membenarkan Ronny telah melakukan eksploitasi dalam menjalankan Jakarta Hidden Tour. Tapi bukan hanya warga miskin yang yang dieksploitasi sebagai obyek wisata,, sesungguhya para partisipan pun,yang dalam hal ini dianggap sebagai orang kaya,bisa dibilang dieksploitasi dengan dijadikan tontonan gratis bagi para warga pemukiman kumuh tersebut dan masih harus membayar paket wisata itu pula.. Kesimpulannya yang dieksploitasi Ronny bukan cuma orang miskin tapi juga orang kaya.
Kepada para generasi muda Ronny berpesan untuk lebih peka dan peduli pada sesama terutama masyarakat miskin yang terpinggirkan. Para pemuda bisa turut membantu mengatasi masalah kemiskinan tidak hanya dengan materi tapi juga bisa juga dengan pikiran atau dengan menjadi relawan dalam bidang yang dikuasai. Kemiskinan memang tak bisa dihilangkan sama sekali tapi bisa dikurangi asal ada upaya dari para warga miskin dibantu wargga lain yang lebih mapan.
Ronny Poluan dan teman-temannya di Jakarta Hidden Tour telah melakukan upaya untuk memerangi kemiskinan di negeri yang sangat dicintai dan dibanggakannya. Cara yang ditempuh memang tak biasa. Bahkan sebagian orang menganggap caranya mempermalukan bangsa.Tapi setidak-tidaknya ia telah berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa ini dan manfaatnya telah dirasakan langsung para warga pemukiman kumuh tujuan Jakarta Hidden Tour.
(Wahjoe Wigati) 2 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.46
Pria yang alumnus IKJ yang banyak berkecimpung dalam kegiatan kesenian ini mengamati banyak seniman asing yang datang ke Jakarta hanya bertemu dengan kalangan tertentu saja yaitu masyarakat golongan menengah atas di tempat-tempat yang representatif, untuk tidak mengatakan mewah.Sebagai orang yang cukup mengenal tempat-tempat di Jakarta beliau ingin mengenalkan wajah Jakarta yang sangat berbeda yang pasti takkan pernah ada dalam buku-buku promosi wisata. Pemukiman-pemukiman kumuh ibukota dengan warga miskin dan segala aspek kehidupan di dalamnya juga merupakan bagian dari budaya Indonesia yang patut untuk diangkat dan dikenalkan pada orang-orang asing. Maka sejak 2008 Jakarta Hidden Tour dirintis dengan tiga tujuan pemukiman kumuh yang utama yaitu di Galur Senen, Luar Batang dan bantaran Kali Ciliwung.
Bukan hal mudah saat awal merintis Jakarta Hidden Tour.Prasangka buruk dan rasa curiga sebagian warga mengenai maksud kedatangan para wisatawan serta prasangka buruk mengenai apa yang mungkin akan dilakukan warga saat awal rony dan teman –teman beserta para wisatawan berkunjung memang sempat terbersit. Dengan berbagai upaya dan pendekatan, pikiran negatif berhasil diubah. Warga senang karena mendapat kunjungan, berkenalan bahkan bersentuhan langsung dengan bule-bule keren yang selama ini hanya mereka lihat di televisi (para wisatawan sebagian besar memang orang asing berkulit putih). Para wisatawan pun merasa senang bisa berkenalan dengan pribadi-pribadi istimewa yang sebagian mempunyai profesi yang mungkin belum pernah mereka ketahui.
Perasaan senang, rasa saling percaya, saling mengagumi dan akhirnya ingin mengenal lebih jauh memang berperan besar dalam membangun interaksi antara warga dan para wisatawan. Karena interaksi para wisatawan dengan warga pemukiman kumuh memang komoditi yang dijual tour ini. Dan diharap interaksi ini menghasilkan”sesuatu yang di dapat setelah kunjungan wisata”. Sesuatu yang lebih bernilai dari sekedar keuntungan ekonomis sekejap bagi warga atau perasaan senang dan puas sesaat bagi para wisatawan . Ronny berharap yang utama di dapat setelah kunjungan ini adalah pengalaman, cara pandang dan pemahaman baru serta inspirasi tentang bagaimana warga yang miskin dan para wisatawan yang hidupnya mapan menjalani kehidupannya.
Tak hanya itu, sebenarnya Ronnny mempunyai niat mulia yaitu mengangkat harkat hidup warga miskin ibukota khususnya di pemukiman kumuh tujuan Jakarta Hidden Tour. Niat ini didasari kegerahan Ronny melihat warga miskin kurang mendapat perhatian bahkan seringkali dibiarkan atau diabaikan. Memang tak dipungkiri sudah ada upaya baik dari pemerintah maupun dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan.Tapi seringkali upaya itu kurang berhasil dan kurang tepat sasaran karena menggunakan pendekatan top down, yaitu berbagai upaya dilakukan tanpa mengetahui secara persis apa yang sesungguhnya dibutuhkan warga miskin.
Jakarta Hidden Tour merupakan sarana Ronny mewujudkan niat mulianya. Karenanya warga pemukiman tak dianggap sekedar obyek wisata tapi sebagai subyek yang turut aktif berinteraksi dengan para wisatawan. Para wisatawan peserta tour tak disebutnya sebagai turis melainkan partisipan yang ikut andil dalam realisasi niat mulianya.Pendapatan bersih dari Jakarta Hidden Tour sebagian diberikan kepada warga pemukiman kumuh berupa bantuan sembako, bantuan modal usaha kecil, pelayanan kesehatan atau bentuk lain yang memang dibutuhkian warga. Bahkan di Galur Senen sudah dibuka sekolah informal yang sewa tempatnya dibayar dari pendapatan tour ini.Sekolah ini dikelola oleh Anneke, istr I Ronny. Dan yang lebih membahagiakan banyak partisipan yang datang kembali dengan mengajak teman atau keluarganya dan ikut memberi bantuan, bahkan setelah kunjungan wisata, baik berupa materi, sumbang saran maupun tenaga dengan menjadi relawan.
Ronny memang tak ingin menjadikan Jakarta Hidden Tour sebagai paket wisata biasa tapi lebih sebagai paket sosial budaya dan paket social kemanusiaan. Paket wisata ini diharapkan juga menjadi sarana untuk pemberdayaan warga miskin. Warga pemukiman kumuh nantinya akan diberdayakan sebagai tour guide karena mereka yang lebih mengenal kondisi tempat mereka tinggal. Jadi pendapataan dari paket wisata yang mereka terima kelak bukan lagi dianggap “sumbangan”tapi sungguh hasil kerja mereka sendiri.
Amat disayangkan para partisipan paket wisata ini semuanya orang asing. Banyak orang Indonesia beranggapan harga yang harus dibayar untuk menonton orang miskin relatif mahal. Ronny menjelaskan bahwa dengan harga yang dibayar seorang partisipan tak hanya datang berkunjung, melihat-lihat, memberi derma lalu pulang. Tapi partisipan bisa mengenal lebih jauh orang yang diberi derma ,apa yang mereka butuhkan dan derma itu nantinya akan digunakan untuk apa.Selain itu partisipan bisa mengasah kepedulian terhadap warga miskin yang terpinggirkan dan yang terpenting memperoleh”sesuatu yang didapat setelah kunjungan” yang tak ternilai harganya.
Apa yang telah dilakukan Ronny membuat beberapa orang di Bogor, Surabaya dan Palembang mengundangnya untuk membuat paket wisata sejenis. Tapi Ronny tak menyanggupinya karena merasa tak sungguh-sungguh mengenal kondisi pemukiman kumuh dan warga miskin di kota-kota tersebut.
Belakangan terjadi kontroversi mengenai Jakarta Hidden Tour. Ada yang mengapresiasi apa yang telah dilakukan Ronny tapi tak sedikit juga yang menentang karena menganggap Jakarta Hidden Tour menjual kemiskinan dan membuat malu bangsa Indonesia.Dan justru banyak pejabat pemerintah serta LSM yang katanya peduli rakyat miskin termasuk golongan yang menentang. Ronny berpendapat mereka yang mengangapnya menjual kemiskinan dan membuka aib bangsa sebagai orang yang berpikiran sempit. Ibaratnya mereka yang menentang Jakarta Hidden Tour seperti orang yang mengomentari sebuah film tanpa pernah menontonnya. Karena Ronny menawarkan mereka untuk mengikuti dan melihat bsendiri apa yang dilakukan Jakarta Hidden Tour di pemukiman kumuh
Menurut Ronny ia tetap bangga dan cinta Indonesia meskipun ada banyak rakyat miskin di negeri ini. Justru lewat Jakarta Hidden Tour ia bisa dengan bangga menunjukkan betapa bangsa Indonesia masih bisa tersenyum dan tetap optimis di tengah berbagai masalah yang mendera. Lewat kunjungan ke pemukiman kumuh, partisipan dapat melihat kegigihan dan kreatifitas warga miskin dalam mengatasi masalah hidup.Bahkan seorang partisipan mengatakan bertolak belakang dengan alasan pemberlakuan travel banning ia merasa sangat aman di Indonesia termasuk di pemukiman kumuh, kawasan yang bahkan bagi orang Indonesia sendiri dianggap rawan.
Saat HARMONI menanyakan tanggapannya terhadap komentar bahwa Jakarta Hidden Tour mengeksploitasi orang miskin, seraya tertawa Ronny menceritakan komentar lucu seorang partisipan. Si partisipan membenarkan Ronny telah melakukan eksploitasi dalam menjalankan Jakarta Hidden Tour. Tapi bukan hanya warga miskin yang yang dieksploitasi sebagai obyek wisata,, sesungguhya para partisipan pun,yang dalam hal ini dianggap sebagai orang kaya,bisa dibilang dieksploitasi dengan dijadikan tontonan gratis bagi para warga pemukiman kumuh tersebut dan masih harus membayar paket wisata itu pula.. Kesimpulannya yang dieksploitasi Ronny bukan cuma orang miskin tapi juga orang kaya.
Kepada para generasi muda Ronny berpesan untuk lebih peka dan peduli pada sesama terutama masyarakat miskin yang terpinggirkan. Para pemuda bisa turut membantu mengatasi masalah kemiskinan tidak hanya dengan materi tapi juga bisa juga dengan pikiran atau dengan menjadi relawan dalam bidang yang dikuasai. Kemiskinan memang tak bisa dihilangkan sama sekali tapi bisa dikurangi asal ada upaya dari para warga miskin dibantu wargga lain yang lebih mapan.
Ronny Poluan dan teman-temannya di Jakarta Hidden Tour telah melakukan upaya untuk memerangi kemiskinan di negeri yang sangat dicintai dan dibanggakannya. Cara yang ditempuh memang tak biasa. Bahkan sebagian orang menganggap caranya mempermalukan bangsa.Tapi setidak-tidaknya ia telah berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa ini dan manfaatnya telah dirasakan langsung para warga pemukiman kumuh tujuan Jakarta Hidden Tour.
(Wahjoe Wigati) 2 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.46
BAHAN PEMBERSIH ALAMI DAN RAMAH LINGKUNGAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita biasa menggunakan produk kimia pembersih yang dapat mencemari lingkungan .Sesungguhnya di rumah kita ada begitu banyak benda yang dapat digunakan sebagai produk pembersih yang alami dan ramah lingkungan.Yuk, kita cari tahu benda-benda yang bermanfaat itu.
Baby oil – Sangat.berguna untuk mengkilapkan cermin dan keran wastafel.
Baking soda – Merupakan pembersih multiguna. Selain bisa digunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi yang licin juga dapat berfungsi sebagai penyerap bau tak sedap di kulkas. Campuran baking soda dan cuka merupakan bahan ampuh untuk mengatasi sumbatan pada pipa bak cuci piring.
Bagian dalam kulit pisang – Gosokkan pada sepatu anda ,dijamin pasti akan mengkilat.
Minyak Eucalyptus – Oleskan minyak eucalyptus pada noda minyak di pakaian atau karpet. Tunggu hingga kering, maka noda tersebut lebih mudah dibersihkan.
Freezer– Memasukkan pakaian yang terkena permen karet dalam freezer selama beberapa saat membuat permen kare lebih mudah dilepaskan. Bau sepatu tak sedap dapat diatasi dengan membungkus sepatu itu dalam kantong plastik dan memasukannya di freezer selama 30 menit.
Es batu– Dapat digunakan untuk menghilangkan permen karet yang menempel di furnitur dan karpet. Es batu yang diletakkan selama beberapa saat pada bekas tindihan perabot berat di karpet, akan mengembalikan karpet ke bentuk semula.
Garam – Campuran garam dengan setengah bagian buah lemon adalah penghilang noda yang cukup efektif. Tapi untuk noda membandel sebaiknya menggunakan garam laut yang lebih bersifat abrasive.
Pasta gigi – Noda krayon pada dinding dapat dibersihkan dengan pasta gigi. Sedangkan pasta gigi dengan bahan pemutih gigi akan memudahkan kita membersihkan noda bekas air.
Vaseline – Olesi tangan dengan Vaseline sebelum mengecat , maka noda cat pada tangan akan lebih mudah dibersihkan.
Minyak sayur (Vegetable oil) – Sangat bermanfaat untuk membuat perkakas dapur dan perabot rumah tampak cemerlang.
Cuka – merupakan pembersih alami multifungsi yang amat ramah lingkungan. Meskipun dapat digunakan untuk membersihkan hampir semua jenis benda dan permukaan , tapi cuka amat berguna untuk membersihkan kamar mandi dan dapur
(ophgoodhousekeeping.com/wahjoe wigati) 1 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.35
Baby oil – Sangat.berguna untuk mengkilapkan cermin dan keran wastafel.
Baking soda – Merupakan pembersih multiguna. Selain bisa digunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi yang licin juga dapat berfungsi sebagai penyerap bau tak sedap di kulkas. Campuran baking soda dan cuka merupakan bahan ampuh untuk mengatasi sumbatan pada pipa bak cuci piring.
Bagian dalam kulit pisang – Gosokkan pada sepatu anda ,dijamin pasti akan mengkilat.
Minyak Eucalyptus – Oleskan minyak eucalyptus pada noda minyak di pakaian atau karpet. Tunggu hingga kering, maka noda tersebut lebih mudah dibersihkan.
Freezer– Memasukkan pakaian yang terkena permen karet dalam freezer selama beberapa saat membuat permen kare lebih mudah dilepaskan. Bau sepatu tak sedap dapat diatasi dengan membungkus sepatu itu dalam kantong plastik dan memasukannya di freezer selama 30 menit.
Es batu– Dapat digunakan untuk menghilangkan permen karet yang menempel di furnitur dan karpet. Es batu yang diletakkan selama beberapa saat pada bekas tindihan perabot berat di karpet, akan mengembalikan karpet ke bentuk semula.
Garam – Campuran garam dengan setengah bagian buah lemon adalah penghilang noda yang cukup efektif. Tapi untuk noda membandel sebaiknya menggunakan garam laut yang lebih bersifat abrasive.
Pasta gigi – Noda krayon pada dinding dapat dibersihkan dengan pasta gigi. Sedangkan pasta gigi dengan bahan pemutih gigi akan memudahkan kita membersihkan noda bekas air.
Vaseline – Olesi tangan dengan Vaseline sebelum mengecat , maka noda cat pada tangan akan lebih mudah dibersihkan.
Minyak sayur (Vegetable oil) – Sangat bermanfaat untuk membuat perkakas dapur dan perabot rumah tampak cemerlang.
Cuka – merupakan pembersih alami multifungsi yang amat ramah lingkungan. Meskipun dapat digunakan untuk membersihkan hampir semua jenis benda dan permukaan , tapi cuka amat berguna untuk membersihkan kamar mandi dan dapur
(ophgoodhousekeeping.com/wahjoe wigati) 1 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 18.35
MAKAM-MAKAM UNIK
Umumnya jika seseorang meninggal dan akan dimakamkan, maka jenazahnya yang telah dikafani atau dimasukkan dalam peti jenazah akan dipendam dalam tanah. Tapi di beberapa tempat ada cara pemakaman yang tak biasa yang bisa dianggap sebagai hal yang unik.
Capuchin Catacombs of Palermo
Di sebuah biara di daerah Palermo, Italia terdapat sebuah tempat pemakaman bagi orang-orang yang dianggap terkemuka yang letaknya di ruangan bawah tanah.Tidak seperti cara pemakaman yang lazim dilakukan, 8000 jenazah di Capuchin Catacombs of Palermo tidak dipendam dalam tanah. Jenazah-jenazah yang telah melalui proses pembalseman seperti mummi dan didandani dengan pakaian lengkap tersebut digantung pada dinding biara! Yang unik, pakaian para mummi ini secara berkala diganti layaknya manusia yang masih hidup, bahkan mengikuti trend pula.Upacara pemakaman seperti ini berlangsung mulai dari abad ke-16 sampai dengan abad ke-19.
Makam Suku Dayak Benuaq dan Bentian – Kalimantan Timur
Makam suku dayak Benuaq dan Bentian di pedalaman Kalimantan Timur, tidak berada di satu pemakaman umum seperti kebanyakan di kota atau kampung lain tapi kebanyakan terletak disamping rumah.Waktu meninggal jenazah orang Benuaq atau Bentian dimasukkan ke dalam kotak yang disangga tiang atau di gantung pada tali. Setelah beberapa tahun kotak itu dibuka lagi lalu kerangka jenazahnya didoakan dan dimasukkan kedalam kotak bertiang yang permanen.
Kota Mati di Ossetia Utara, Rusia
Di lembah Ossetia Utara, Rusia terdapat desa yang dipenuhi sejumlah bangunan yang mirip dengan rumah batu. Sepintas memang kelihatan sama seperti desa-desa di Rusia pada umumnya. Namun yang membedakan adalah bangunan-bangunan tersebut bukanlah rumah tinggal biasa.Bangunan-bangunan itu berisi tubuh manusia yang termumifikasi dengan pakaian yang lengkap.
Konon, bangunan-bangunan tersebut dibuat pada abad ke-18, ketika daerah Ossetia sedang mengalami wabah penyakit yang mematikan. Bangunan-bagunan tersebut merupakan tempat karantina yang dirancang sedemikian rupa agar keluarga yang sakit tidak bisa kemana-mana dan hanya diberi lubang kecil untuk memasukkan makanan. Karena tidak mendapat pertolongan yang memadai akhirya para penghuni bangunan-bangunan karantina tersebut akhirnya secara perlahan-lahan menemui ajal .
Kuburan bayi Kambira - Tana Toraja
Hampir mirip sebuah makam di Trunyan,Bali yang telah terkenal, di Kambira, Tana Toraja terdapat kuburan bayi yang berupa pohon besar yang dilubangi. Jenazah bayi yang terbungkus itu sebelumnya telah dibalsem lalu dimasukkan ke dalam lobang dan ditutup dengan anyaman ijuk. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.56
Capuchin Catacombs of Palermo
Di sebuah biara di daerah Palermo, Italia terdapat sebuah tempat pemakaman bagi orang-orang yang dianggap terkemuka yang letaknya di ruangan bawah tanah.Tidak seperti cara pemakaman yang lazim dilakukan, 8000 jenazah di Capuchin Catacombs of Palermo tidak dipendam dalam tanah. Jenazah-jenazah yang telah melalui proses pembalseman seperti mummi dan didandani dengan pakaian lengkap tersebut digantung pada dinding biara! Yang unik, pakaian para mummi ini secara berkala diganti layaknya manusia yang masih hidup, bahkan mengikuti trend pula.Upacara pemakaman seperti ini berlangsung mulai dari abad ke-16 sampai dengan abad ke-19.
Makam Suku Dayak Benuaq dan Bentian – Kalimantan Timur
Makam suku dayak Benuaq dan Bentian di pedalaman Kalimantan Timur, tidak berada di satu pemakaman umum seperti kebanyakan di kota atau kampung lain tapi kebanyakan terletak disamping rumah.Waktu meninggal jenazah orang Benuaq atau Bentian dimasukkan ke dalam kotak yang disangga tiang atau di gantung pada tali. Setelah beberapa tahun kotak itu dibuka lagi lalu kerangka jenazahnya didoakan dan dimasukkan kedalam kotak bertiang yang permanen.
Kota Mati di Ossetia Utara, Rusia
Di lembah Ossetia Utara, Rusia terdapat desa yang dipenuhi sejumlah bangunan yang mirip dengan rumah batu. Sepintas memang kelihatan sama seperti desa-desa di Rusia pada umumnya. Namun yang membedakan adalah bangunan-bangunan tersebut bukanlah rumah tinggal biasa.Bangunan-bangunan itu berisi tubuh manusia yang termumifikasi dengan pakaian yang lengkap.
Konon, bangunan-bangunan tersebut dibuat pada abad ke-18, ketika daerah Ossetia sedang mengalami wabah penyakit yang mematikan. Bangunan-bagunan tersebut merupakan tempat karantina yang dirancang sedemikian rupa agar keluarga yang sakit tidak bisa kemana-mana dan hanya diberi lubang kecil untuk memasukkan makanan. Karena tidak mendapat pertolongan yang memadai akhirya para penghuni bangunan-bangunan karantina tersebut akhirnya secara perlahan-lahan menemui ajal .
Kuburan bayi Kambira - Tana Toraja
Hampir mirip sebuah makam di Trunyan,Bali yang telah terkenal, di Kambira, Tana Toraja terdapat kuburan bayi yang berupa pohon besar yang dilubangi. Jenazah bayi yang terbungkus itu sebelumnya telah dibalsem lalu dimasukkan ke dalam lobang dan ditutup dengan anyaman ijuk. 0 komentar Diposting oleh wahjoe wigati's blog di 04.56
Langganan:
Postingan (Atom)
