This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

INTROSPEKSI DIRIKU



Setiap kali badai hidup menerpa

Timbul rasa merana

Pikiran buntu tak tahu solusinya

Kudatang pada Tuhan lewat doa
Memohon sudi ulurkan tangan-Nya.

Jika doaku terjawab cepat
Terlebih jika pertolongan melebihi harapan
Hati girang serasa ingin melompat-lompat
Ucap syukur begitu mudah terucapkan.

Namun tatkala jawab doa tak kunjung datang
Hati mulai bimbang
Harapan perlahan menghilang
Berganti kecewa yang tak terbilang
Prasangka buruk mulai berkembang
Mungkinkah Tuhan tak lagi sayang
Hingga duka ku pun tak lagi Dia pandang?

Sampai suatu saat ku menyepi
Mencoba mengintrospeksi diri
Barulah kusadari
Betapa bodohnya diri selama ini.

Pertolongan Tuhan selalu ada
Terpampang nyata di depan mata
Bahkan tak terbilang jumlahnya
Datang dari mana saja
Bisa juga lewat orang-orang yang kujumpa
Bentuknya pun berbagai rupa
Kebodohan dan kesombongan membuatku menutup mata
Membiarkan pertolongan Tuhan lewat sia-sia
Apalagi jika datang lewat tangan orang yang tak kusuka.

Timbul rasa sesal dalam hati
Dan aku pun berjanji untuk merubah diri
Saat berdoa harus kurendahkan hati
Mohon bimbingan agar mampu menghargai
Apa pun bentuk pertolongan yang Dia beri
Dan mohon selalu diingatkan
Supaya di lain kesempatan
Aku pun mampu menjadi saluran
Setiap pertolongan-Nya kepada mereka yang membutuhkan.


0 komentar

JUDGING vs PERCEIVING DAN INTROVERT vs EKSTROVERT

 



Ada 2 tipe kepribadian manusia dilihat dari fleksibilitasnya dalam melakukan berbagai aktivitas yaitu tipe J (Judging) dan tipe P (Perceiving).
Tipe Judging atau tipe J biasanya selalu berpikir dan bertindak secara teratur rapi dan sistematis. Tipe J lebih suka segala sesuatu yang terrencana.
Tipe J biasanya mudah dilihat dari cara mereka mengatur barang-barangnya rapi di tempat-tempat yang tertentu. Dia akan sangat terganggu jika ada yang memindahkan barang-barang tersebut karena mengganggu kemudahan aktivitasnya.
Sedangkan tipe Perceiving atau tipe P bersikap lebih fleksibel dan spontan dalam berpikir dan bertindak. Tipe P cenderung suka menunda pekerjaan hingga di saat-saat terakhir.
Biasanya tipe P juga mudah terlihat dari cara mereka yang sembarangan saat menyimpan barang.
Meskipun dengan caranya sendiri sebetulnya bisa saja tipe P menyimpan barangnya di satu tempat tertentu walaupun tidak seteratur dan tidak serapi tipe J.
Meskipun suka menunda sesungguhnya tipe P dapat melakukan pekerjaan yang yang terjadwal rapi asalkan pekerjaan itu sesuai dengan minatnya.
Berdasarkan penelitian biasanya mahasiswa yang Drop Out adalah tipe J. Hal ini disebabkan kebiasaan mereka menunda mengerjakan tugas atau bahkan skripsi.
Kepribadian tipe J dan P sebetulnya ada pada setiap orang tetapi masing-masing orang biasanya cenderung pada salah satu tipe. Jika dikaitkan dengan kepribadian introvert dan ekstrovert tidak berarti introvert pasti bertipe J karena memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan sesuatu atau ekstrovert pasti bertipe P karena menyukai spontanitas.
Seorang introvert bisa saja bertipe P dan sebaliknya seorang introvert sangat mungkin bertipe J.
Seorang introvert bertipe J jika dekat dengan orang-orang bertipe P seikit demi sedikit dapat menjadi bertipe P dalam hal-hal tertentu meski tak sepenuhnya mengubah kecenderungannya bertipe J.
 Begitu juga seorang ekstrovert yang bertipe P dapat berubah menjadi bertipe J jika ia melakukan hal yang disukai atau bekerja di bidang yang memang diminati.
Saya lebih cenderung bertipe J karena menyukai kerapian , keteraturan dan selalu terencana. Alasannya tak lain untuk memudahkan aktivitas saya. Sayang belakangan ini karena sering capek dan kurang sehat menyebabkan banyak pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan lain tertunda tidak sesuai rencana yang sudah dibuat. Suka tidak suka saya harus fleksibel dalam menepati waktu beraktivitas. Yang penting rumah tetap rapi dan pekerjaan lain terutama yang sudah janji dengan orang lain dapat terselesaikan.
0 komentar

PERJALANAN IMANKU

 Sejak kanak-kanak sampai sekitar umur 30-an, seperti kebanyakan penyandang disabilitas, saya terus berdoa memohon pada Tuhan agar tubuh saya bisa normal seperti teman-teman lainnya.

Doa itu diimbuhi harapan bisa beraktivitas, punya lebih banyak teman, punya peluang mendapat pekerjaan yang bagus dan harapan lain yang intinya ingin bisa hidup seperti orang yang normal.
Doa-doa itu terus dipanjatkan dengan tekun. Seperti setengah memaksa bunyi doanya memohon-mohon kepada Tuhan agar dapat dikabulkan.
Jujur, ketika berdoa saat itu justru hati terasa cemas, khawatir kalau doa tak terjawab.
Dan meman benar kebanyakan doa saya tidak terjawab. Alih-alih mendapat mujizat kesembuhan justru kondisi tubuh semakin memburuk.

Jangankan untuk mendapat pekerjaan bagus di kantoran bersama orang normal, untuk beraktivitas norma sehari-hari pun semakin terbatas lantaran kondisi yang semakin tak baik. Sedih sekali rasanya.
Timbul rasa marah dan kecewa pada Tuhan meski tak sampai meninggalkan berdoa. Berdoa dilakukan hanya sebagai rutinitas demi memenuhi ketaatan pada perintah agama. Dalam hati ada rasa kekosongan dan tak tahu harus berbuat apa untuk hidup saya.
Hingga suatu saat saya coba merenung. Teringat oleh saya bahwa meskipun banyak doa tak terkabulkan dan kondisi tubuh semakin tak baik tetapi saya mampu bertahan dan melakukan banyak aktivitas dengan cara saya sendiri. Di situ saya tersadar ada campur tangan Tuhan yang entah bagaimana caranya bisa menggerakkan saya melakukan banyak hal.

Sejak saat itu saya mencoba berserah diri dan mengikuti kehendak dan tuntunan Tuhan.
Setiap kali berdoa selalu saya selipkan kalimat "Terjadilah padaku menurut kehendakMu". Itu adalah kalimat yang diucapkan Bunda Maria saat menerima kabar dari malaikat Tuhan bahwa ia akan mengandung Yesus Kristus. (LUK 1:38). Tanpa ragu dan banyak bertanya Bunda Maria mengikuti kehendak Tuhan karena yakin akan bimbingan dan penyertaanNya.
Rasa tenang selalu muncul saat menyebut kalimat itu dalam doa. Meskipun tahu bahwa doa itu belum tentu terkabulkan namun ada keyakinan akan bimbingan dan penyertaan Tuhan dalam kondisi yang terburuk sekalipun.

Saat persekutuan doa kemarin kita mempelajari empat jenis iman menurut Imanuel Kant yaitu :
1. Iman emosional yang didasarkan pada keinginan.
2. Iman intelektual yang didasarkan pada pengetahuan.
3. Iman yang didasarkan ketaatan pada perintah Tuhan.
4. Iman yang didasarkan pada keyakinan akan penyertaan Tuhan. Bapa Abraham diambil sebagai contoh tokoh yang beriman didasari keyakinan akan Tuhan. Terlihat dari ketaatannya mengikuti perintah Tuhan untuk keluar dari Ur-Kasdim menuju Kanaan tanpa dia tahu apa yang akan terjadi saat menempuh perjalanan.

Menilik dari keempat jenis iman tersebut, saya jadi mengetahui pernah memiliki iman emosional saat anak-anak sampai umur 30-an.
Iman yang hanya berdasarkan ketaatan pun pernah saya miliki ketika saya rutin berdoa tapi merasakan kekosongan.
Sikap berserah pada kehendak Tuhan yang saat ini mulai saya jalankan mudah-mudahan bisa menumbuhkan iman saya untuk lebih didasarkan pada keyakinan akan penyertaan Tuhan.
Pastilah takkan mudah karena sesekali pasti ada godaan untuk kembali memiliki iman emosional.
Mudah-mudahan kalimat ini yang akan terus setia pada iman yang didasarkan keyakinan pada penyertaan Tuhan, "Terjadilah padaku menurut kehendakMu".



0 komentar

RANGKUNAN KELAS MOTIVASI DAN INSPIRASI DARI BAPAK HERU KUMARGA (pemilik restoran Dapur Solo)

 


Pak Heru berpendapat bahwa meski mempunyai keterbatasan sesungguhnya penyandang disabilitas sama seperti non disabilitas. Karena seseorang yang non disabilitas pun bisa mengalami disabilitas dalam bentuk lain yaitu disabilitas rohani atau sakit secara rohani. Disabilitas rohani contohnya keputus asaan, kecemasan, depresi, kehilangan harapan, menyalahkan keadaan, pesimis, apatis dan perasaan negatif lainnya yang intinya cenderung lebih menikmati penderitaan.
Justru dalam kelemahan dan keterbatasannya seorang penyandang disabilitas dipilih Tuhan untuk menunjukkan kemuliaanNya serta ditugaskan Tuhan menjadi penolong bagi orang-orang yang sakit rohani di sekitarnya termasuk juga yang non disabilitas.
Tetapi untuk menjadi seorang penolong, ia terlebih dahulu harus menyembuhkan disabilitas rohaninya sendiri. Ia harus ikhlas menerima keterbatasannya, tidak menyalahkan siapapun atau kondisi apapun terkait keterbatasannya. Ia juga menghilangkan pikiran negatif serta mampu beraktivitas mandiri setidaknya untuk mengurus dirinya sendiri. Jika tahap itu sudah dilalui selanjutnya ia harus meyakini dan mengimani bahwa Tuhan selalu menolong dan menyertainya dalam berbagai kondisi. Keyakinan dan iman yang kuat akan penyertaan Tuhan membuatnya mampu berpengharapan akan masa depan yang baik.
Setelah itu semua terpenuhi barulah ia menjadi pribadi yang kuat dan siap menjadi penolong bagi penyandang disabilitas rohani di sekitarnya.
Selain memotivasi, pak Heru juga menginspirasi dengan kisah dan tipsnya dalam membangun usaha kulinernya.
Berawal dari menawarkan rujak yang merupakan makanan kesukaan bu Swan Kumarga dan modal awal Rp.100.000 perjalanan bisnis Dapur Solo dimulai.
Selebaran dari fotokopian disebarkan sebagai promosi agar orang-orang tahu mereka berjualan rujak yang enak di garasi rumah.
Meski pada awalnya jumlah penjualan cukup lumayan namun sepi pembeli sempat juga mereka alami. Akhirnya beberapa jenis makanan seperti gado-gado dan ayam goreng kalasan ditambahkan agar pembeli punya pilihan lain dan tertarik untuk datang lagi. Ternyata strategi itu berhasil. Pembeli mulai berdatangan lagi dan semakin ramai sampai harus menambah karyawan untuk membantu melayani pembeli. Sayang sekali keadaan ramai ini menimbulkan protes dari warga sekitar karena menghalangi jalan.
Mereka kemudian memutuskan pindah ke sebuah ruko agar bisa tetap berjualan dengan tenang dan pembeli dapat makan dengan nyaman. Dan "Rumah Makan Solo" ditetapkan sebagai nama usaha kuliner mereka.
Saat itu jenis makanan yang dijual lebih banyak ragamnya seperti nasi pecel, nasi gudeg, nasi langgi dan lainnya. Kebanyakan merupakan masakan asli dari Jawa Tengah, khususnya Solo, tempat asal mereka.
Dengan ketekunan dan kerja keras Runah Makan Solo berhasil membuka beberapa cabang.
Keseriusan pasangan pak Heru dan ibu Swan Kumarga dalam mengelola bisnis kuliner mereka memang tak main-main. 
Mereka menggunakan strategi branding agar usaha kuliner mereka semakin berkembang dan dikenal dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.
Nama Rumah Makan Solo yang diubah menjadi "Dapur Solo" dipatenkan supaya tidak ada yang meniru.
Pemilihan lokasi restoran yang terjangkau lebih banyak kalangan, dekorasi restoran bernuansa etnik Jawa yang membuat pembeli merasa nyaman, pemilihan bahan masakan dan peralatan makan minum yang berkualitas dan cara masak yang terstandardisasi serta promosi di berbagai sosial media adalah sebagian langkah branding yang dilakukan Dapur Solo. Kualitas yang selalu terjaga membuat pembeli tidak keberatan membayar harga yang lebih mahal.
Hasil memang tak pernah mengkhianati kerja keras. Berawal dari jualan rujak di di garasi saat ini "Dapur Solo" mempunyai lebih dari 20 outlet.

Tips berbisnis kuliner jaringan yang dibagikan pak Heru Kumarga :
1. Pengusaha kuliner tidak selalu harus terjun ke dapur.
Delegasikan tugas dapur kepada juru masak dan karyawan dapur tetapi pastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar yang sudah ditetapkan.
2 . Tetapkan standar kwalitas dan takaran bahan masakan, cara pengolahan serta penyajian agar kwalitas masakan di semua cabang restoran sama.
3. Lakukan promosi agar masyarakat selalu ingat dan tertarik datang ke restoran kita.
0 komentar

PRIBADI EKSTROVERT VS PRIBADI INTROVERT

 Ada dua jenis cairan dalam otak yang yang berperan penting dalam merespon rangsangan dari luar tubuh dan menggerakan seseorang untuk berperilaku dan mempunyai karakter introvert atau ekstrovert yaitu dopamine dan acetylcholine.

Pada para ekstrovert dopamine merespon rangsangan yang bersifat tantangan, kompetitif dan keramaian untuk membuat para ekstrovert menjadi lebih bersemangat berkreasi yang berhubungan dengan banyak orang.
Sebaliknya pada para introvert rangsangan berupa kesendirian, keheningan dan ketenangan akan direspon acetylcholine dan menggerakan mereka untuk lebih fokus, berpikir lebih panjang dan dan menganalisa lebih mendalam untuk menghasilkan suatu kreasi.
Biasanya di masyarakat para ekstrovert terlihat lebih menonjol karena prilaku mereka yang aktif sedangkan para introvert lebih terkesan pemalu.
Meskipun menyukai kesendirian bukan berarti para introvert tidak dapat bersosialisasi seperti para ekstrovert. Pada situasi tertentu dengan latihan yang yang terus-menerus mereka dapat juga tampil di tengah keramaian.
Meskipun berkarakter yang bertolak belakang namun para introvert dan ekstrovert sesungguhnya dapat bekerja sama dan menjadi tim yang tangguh.
Tentu saja syaratnya mereka harus menahan diri dan mencoba saling memahami serta beradaptasi satu sama lain.
Dengan kemampuan analitiknya para introvert dapat membuat perencanaan suatu kegiatan dengan sangat baik. Sedangkan para ekstrovert yang mempunyai kemampuan berbicara di depan banyak orang dapat bertindak sebagai juru bicara penyampai atau bahkan menjadi eksekutor rencana tersebut. Konflik dalam hubungan para introvert dan ekstrovert sangat mungkin terjadi apabila kedua pihak sama-sama berkeras dengan karakternya. Para ekstrovert yang prilakunya mendominasi kegiatan dan pembicaraan akan membuat para introvert yang pada dasarnya cenderung pasif menjadi tertekan, lebih pasif atau bahkan tidak berbuat apa-apa. Sehingga hubungan itu menjadi monoton atau bahkan bubar.
Dengan kemampuannya berbicara dan menghadapi orang dengan berbagai karakter para ekstrovert dapat berinisiatif mengajak para introvert untuk bersosialisasi. Namun jika sudah berkali-kali diajak bersosialisasi para introvert tetap saja pasif tentu bisa membuat para ekstrovert enggan berhubungan dengannya.
Karenanya tak ada cara lain para introvert harus berusaha mulai merubah dirinya sendiri dan bukan menuntut orang lain untuk memahami dirinya jika para introvert ingin diterima saat bersosialisasi.
0 komentar

KITA ADALAH ALATNYA

Kutipan Mazmur 19:2 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;

Keindahan alam semesta dan isinya adalah tanda kemuliaan Allah itu tak bisa diingkari. Tetapi bagaimana dengan ciptaanNya yang kelihatan  buruk di mata manusia, apakah itu sebuah kesalahan? Yakinlah bahwa Allah tak pernah salah. Dia selalu punya rencana indah bagi setiap ciptaanNya termasuk ciptaan yang tak elok di mata manusia. Rencana yang pasti menunjukkan kemulianNya.
Bagaimana pun keadaan kita, rupawan atau buruk rupa, difabel atau non difabel, pintar atau bodoh bisa menjadi alatNya. Tak perlu merasa tak berguna karena merasa buruk rupa. Tapi hendaklah tetap hidup sesuai kehendakNya. Sehingga tampaklah kemuliaanNya dalam diri kita.

0 komentar

OLEH-OLEH DARI MAKO BRIMOB

Setelah sekian lama menunggu, kabar gembira itu akhirnya datang juga. Permohonan agar beberapa anggota Cip-Cip Community mendapat kesempatan mengunjungi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok akhirnya disetujui.
Hari Jumat 6 Juli 2018, dua rombongan anggota Cip-Cip Community berangkat dari tempat yang berbeda. Satu rombongan berangkat dari Bekasi sedangkan rombongan yang lain berangkat dari daerah Jakarta Utara. Kami sepakat bertemu di sebuah restoran siap saji dan bersama-sama rombongan keluarga Ko Ahok menuju ke Mako Brimob.
Begitu memasuki gerbang kompleks Mako Brimob, mobil kami diminta menepi untuk diperiksa. Satu persatu nama dan KTP kami diperiksa dan disesuaikan dengan daftar nama yang diberikan saat mengajukan permohonan kunjungan.
Setelah pemeriksaan tak berarti kami bisa langsung bertemu Ko Ahok. Kami masih harus menunggu sebentar karena waktu kunjungan belum tiba.
Setelah ada pemberitahuan bahwa kami sudah boleh masuk kompleks barulah mobil rombongan kami beriringan menuju gedung tempat Ko Ahok berada.
Meskipun sudah mengetahui kalau di hari kunjungan ada beberapa rombongan yang akan mengunjungi Ko Ahok, semula kami kira hanya rombongan kami yang bisa bertemu pada waktu yang sudah ditentukan. Ternyata ada rombongan lain yang dijadwalkan bertemu Ko Ahok di jam yang sama.
Sebelum menemui Ko Ahok, petugas yang berjaga memastikan pengunjung tidak ada yang membawa telepon seluler, kamera, kertas dan alat tulis. Sehingga kami tak punya kesempatan berfoto dengan Ko Ahok atau sekedar meminta tanda tangan beliau.
Saat Ko Ahok menyambut kami, kesan yang langsung kudapat adalah beliau orang yang ramah dan dalam keadaan sehat serta bersemangat. Persis seperti yang sering kulihat di televisi. Sikap ramahnya membuat suasana begitu akrab. Seperti bukan sebuah pertemuan antara orang biasa dan tokoh terkenal. Bahkan ketika ibunda beliau datang langsung diperkenalkan kepada kami.
Saat itu memang lebih banyak Ko Ahok yang berbicara. Beliau menceritakan pengalamannya ketika awal masuk sel tahanan. Rasa marah dan bosan yang menyesakkan membuat beliau sempat merasa sakit. Sampai akhirnya beliau mencoba menerima keadaan, mengampuni lawan-lawannya dan belajar mengendalikan diri. Penjara dijadikan beliau sebagai tempat yang tepat untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan untuk memperbaiki diri.
Setengah bergurau beliau menceritakan dulu ibunda beliau  menyuruh selalu berpikir dulu sebelum bicara tapi sekarang bahkan untuk berpikir pun beliau harus berpikir dahulu supaya lebih bijak dalam bertutur dan bertindak. Dan yang menjadi ukuran beliau untuk mengetahui apakah yang dilakukan sudah baik dan benar adalah jika sesuai dengan kehendak Allah.
Diselingi gurauan-gurauan kecil, masih ada hal-hal lain yang Ko Ahok sampaikan yang kalau kusimpulkan intinya adalah tentang pengendalian diri.
Tak terasa setengah jam telah  berlalu dan waktu kunjungan kami sudah habis. Sambil berpamitan, Chandra Gunawan, seorang anggota Cip-Cip Community yang tuna netra memberikan keset yang khusus dibuatnya untuk Ko Ahok.
Sebelum pulang kami sempat juga berkenalan dan mengobrol dengan ibunda  Ko Ahok, ibu Saras tante beliau serta ibu Nana kakak angkat beliau yang muslim.
Kunjungan ke Mako Brimob ini memberikan kesan mendalam bagiku. Tak sekedar memenuhi  keinginan untuk bertemu tokoh terkenal yang kukagumi karena ketulusan dan kelurusan hatinya tapi karena aku mendapat "oleh-oleh" dari Ko Ahok. Oleh-oleh? Ya, lewat semangat, keramahan dan cerita-cerita Ko Ahok memberiku oleh-oleh istimewa berupa inspirasi. Inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Inspirasi untuk bisa tetap menjadi berkat bagi orang lain dengan selalu bersikap dan menularkan pengaruh positif meski raga tak bebas.
Mudah-mudahan lewat tulisan ini, aku bisa membagi oleh-oleh istimewa yang kubawa dari Mako Brimob. 0 komentar

TUHAN DAN COBAAN

Tulisan ini terinspirasi dari kutipan Amsal 3:5

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

Ketika cobaan datang mendera
Terus menenerus seperti tak berjeda
Meski mencoba berbagai cara
Tak jua jalan keluar itu ada
Hingga di benak timbul berbagai prasangka
Adakah tindakan yang salah?
Yang membuat Tuhan marah?
Atau mungkin Tuhan sedang lupa
Bahwa manusia selalu butuh pertolonganNya
Mungkin juga karena
Ditakdirkan untuk selalu menderita?
Akhirnya...
Rasa putus asa datang menyusul
Setelah pikiran-pikiran buruk itu muncul.
Seringkali manusia lupa
Pikirannya terlalu sederhana
Untuk memahami setiap rencanaNya
Yang teramat sempurna.
Hingga tak perlu berpayah-payah
Menggunakan tolok ukur manusia
Mencari makna dari setiap derita
Yang sesungguhnya terjadi atas ijinNya.
Baiklah sungguh-sungguh membuka hati
Membiarkan Tuhan sendiri
Yang membimbing untuk  memahami
Di saat yang tepat nanti
Bahwa semua derita yang menimpa
Bukan untuk menyiksa
Melainkan caraNya yang istimewa
Untuk mengubah manusia
Menjadi lebih dewasa. 0 komentar

RUMAH AKSESIBEL BUAT DIFABEL



Saya adalah seorang difabel daksa yang dididik untuk hidup mandiri. Sejak kedua orang tua meninggal, saya memilih untuk tidak tinggal bersama kakak atau adik. 

Semula keluarga merasa khawatir dan ragu  saat saya memutuskan tinggal sendiri. Tapi karena saya berkeras dan memang mereka tahu saya sudah terbiasa mandiri akhirnya keluarga bisa memahami pilihan saya dan membantu merealisasikan keputusan saya.

Saat ini sudah tujuh tahun saya hidup mandiri di rumah peninggalan orang tua. Tak jarang keluarga datang  bertandang atau menginap, tetapi memang lebih sering saya tinggal sendiri. Ada pembantu rumah tangga yang datang tapi tidak tinggal di dalam jadi kebanyakan pekerjaan rumah tangga masih saya lakukan sendiri. 

 Apa rahasianya saya bisa hidup mandiri? Selain karena tekad kuat dan dukungan keluarga,  keluarga berupaya membuat rumah yang saya tinggali menjadi tempat yang aksesibel, yaitu tempat dengan kondisi yang mendukung kemandirian  saya beraktivitas sehari-hari.

Jangan bayangkan rumah saya dilengkapi perlengkapan elektronik mahal dan serba otomatis untuk memudahkan pekerjaan. Kecermatan memahani kondisi saya sebagai seorang difabel, kejelian memilih perabot dan peralatan rumah tangga sesuai dengan kebutuhan serta  kecerdikan mengatur interior rumah adalah kunci utama untuk membuat rumah saya menjadi sebuah #HelpfulPlace yang aksesibel.

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat sebuah rumah menjadi #HelpfulPlace bagi para difabel khususnya bagi yang mempunyai keterbatasan gerak :
1.     Jangan terlalu banyak perabot rumah tangga. Perabot yang terlalu banyak bisa mempersempit ruang gerak terlebih lagi bagi pengguna kursi roda. Selain itu rumah akan  sulit dibersihkan sendiri oleh seorang difabel saat tidak ada pembantu rumah tangga.
2.     Utamakan memilih peralatan atau perabot rumah tangga dan aksesoris rumah (handle dan kunci pintu, keran air misalnya) lebih berdasaekan fungsinya dan bukan karena semata – mata bentuknya menarik. Biasanya barang yang bentuknya simple justru lebih mudah digunakan dan mudah perawatannya.
3.    Jadikan  rumah sebagai tempat yang aman bagi difabel untuk beraktifitas. Misalnya dengan memilih lantai / pelapis lantai yang tidak licin dan membuat mudah terpeleset.
4.     Di tempat – tempat tertentu misalnya di kamar mandi jika diperlukan bisa dipasang hand railing yang berfungsi sebagai pegangan supaya tidak jatuh. Hand railing ini tidak harus membeli yang sudah jadi dan berharga relatif mahal. Dengan kreatifitas, pipa pralon bisa disulap menjadi hand railing.
5.     Pilihlah aksesoris  rumah yang mudah dipegang dan digunakan. Misalnya handle dan kunci pintu serta jendela yang nyaman dipegang dan mudah dibuka tutup. Atau hindari memilih keran putar yang lebih sulit dipegang seorang difabel yang tangannya lemah.
6.     Tempatkan peralatan rumah tangga dan aksesoris rumah pada posisi yang mudah dan aman dijangkau. Kompor dan rak piring atau peralatan masak yang tempatnya tidak terlalu tinggi dan memudahkan aktifitas di dapur adalah salah satu contohnya. Contoh yang lain, saklar lampu juga jangan dipasang terlalu tinggi sehingga memudahkan jika ingin menyalakan lampu.
7.     Terakhir , jagalah selalu kebersihan dan kerapihan agar rumah menjadi tempat yang nyaman ditinggali.

Semoga tips tersebut bisa dijadikan inspirasi untuk menjadikan sebuah rumah menjadi #HelpfulPlacedan aksesibel  bagi para difabel yang ingin hidup mandiri.
0 komentar
SAYA #BahagiadiRumah BILA BERSAMA POOPOOH DAN COOKIES

Poopooh si kucing putih dan Cookies si anjing heboh adalah dua hewan peliharaan yang menemani saya di rumah. Maklumlah sebagai lajang saya tinggal sendirian jauh dari keluarga,.
Seperti memiliki anak, saya berkomitmen mengurus mereka sendiri dengan baik. Mulai dari memberi makan, memandikan bahkan membersihkan kotoran mereka, saya lakukan sendiri.Saking sayangnya pada dua hewan peliharaan ini sering saya merasa enggan berlama-lama pergi meninggalkan rumah.  Rasanya khawatir mereka akan lapar dan terlantar kalau saya terlambat pulang.
Tapi saya tak keberatan kok pulang cepat demi mereka. Sambutan meriah selalu saya dapatkan setiap kali tiba di rumah. Cookies yang melonjak-lonjak sambil mengibas-ngibaskan ekornya dan Poopooh yang menggesek-gesek manja di kaki saya membuat rasa penat setelah bepergian sirna. Senang dan bahagia sekali rasanya ada yang menunggu kedatangan saya di rumah.
Poopooh dan Cookies bukan sekedar teman bermain dan penjaga rumah bagi saya. Saat galau dan risau mendera, sering saya curhat kepada mereka. Buat sebagian orang mungkin tindakan saya dianggap aneh atau gila ya. Tapi saya tak peduli
Saya tahu mereka tak mengerti omongan saya. Tapi yang jelas setelah curhat rasanya perasaan menjadi lega dan tenang. Apalagi kalau setelah itu melihat mereka main berdua. Risau dan galau sirna, meski hanya sebentar, berganti dengan rasa geli melihat tingkah lucu mereka.
Saya menyadari sebagai mahluk sosial saya tetap perlu bergaul dengan orang lain. Keberadaan Poopooh dan Cookies tak bisa menggantikan perlunya kehadiran teman dan keluarga dalam keseharian saya.
Tetapi justru saat galau dan merasa kesepian karena tak ada teman atau keluarga yang menemani, keberadaan Poopooh dan Cookies menyadarkan saya kalau Tuhan tak pernah benar-benar meninggalkan kita sendiri.
Poopooh, Cookies, hewan peliharaan lain bahkan hewan lain yang ada di sekitar kita diciptakan Tuhan untuk bisa menjadi teman kita di dunia. Kebahagiaan tak hanya bersumber dari kehadiran banyak orang atau materi yang kita miliki tetapi dapat juga dari keberadaan mahluk lain ciptaan Tuhan. Tinggal kita yang menentukan maukah n menerima anugrah Tuhan tersebut.
Dan sungguh saya memilih bersyukur Tuhan menciptakan Poopooh dan Cookies. Kehadiran mereka memberikan banyak keceriaan dan kebahagiaan meski saya tinggal sendiri di rumah. 0 komentar

MI KERING TROPICANA SLIM, BIKIN MAKAN MI GAK MASALAH DONG




Saya adalah penggemar berat mie instan. Apapun mereknya, tak peduli varian rasanya, baik mie kuah maupun mie goreng pokoknya selama masih termasuk mie instan pasti saya suka. Saking doyannya , hamper setiap hari saya menyantap mie instan. Buat saya mie instant sudah seperti makanan pokok pendamping ASI …eh maksudnya nasi.
Keluarga dan teman-teman cuma bisa geleng-geleng kepala setiap melihat saya makan mie instan. Berkali-kali mereka menanyakan apakah saya tidak pernah bosan menyantapnya. Dan berkali-kali pula dengan lantang saya jawab TIDAK.
Oh ya, saya memang biasa memasak mie instant sendiri dengan berbagai pelengkapnya. Kalau misalnya hari ini masak mie dengan tambahan sawi dan telur, besoknya saya beri potongan sosis, lusa giliran bakso yang melengkapi. Begitu seterusnya pokoknya bervariasi.
Singkatnya saya buat mie instant itu menjadi makanan paling maknyooss, sehat dan bergizi. Tentu sehat dan  bergizi menurut versi saya ya he…he…he….
Variasi tambahan mie instant itu pula yang saya jadikan dalih saat keluarga dan teman-temang mengatakan mie instant itu makanan tak bergizi. Sampai bosan mereka menasehati untuk mengurangi konsumen mie instan. Semua saran cuma lewat bagai angin lalu di telinga saya.
Saya bukan tak tahu beberapa mitos tentang mie instan seperti mie instan yang mengandung lilin, kalau kebanyakan mengkonsumsi mie instan bisa menyebabkan masalah pencernaan dan mitos-mitos lainnya. Tapi saya selalu mencari pembenaran kalau kebiasaan makan mie instan tak berdampak buruk. Sejujurnya saya pernah menemukan fakta kalau mie instan biasanya berkadar garam tinggi yang berpotensi menyebabkan hipertensi dan mempunyai kalori dan kadar lemak tinggi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sempat sih terbersit kekhawatiran tapi dengan keukeuh jumeukeuh saya tepis rasa itu. Saya merasa diri baik-baik dan sehat-sehat saja.
Sumber : WWW.TROPICANASLIM.COM
Suatu ketika kakak kok tumben-tumbenan membelikan mie instan khusus buat saya. Kemasannya kok baru saat itu saya lihat. Saya cermati mereknya  LOW FAT NOODLES ROASTED DUCK TROPICANA SLIM. Hmmm…varian rasanya sungguh menggoda saya untuk mencicipinya karena tidak ada di merk mi instan lain.
Tapi melihat produsennya nyaris membatalkan niat saya. Yang saya  tahu TROPICANA SLIM adalah merek produk-produk makanan dan minuman untuk diet. Dalam bayangan saya yang namanya makanan dan minuman untuk diet rasanya pasti tidak enak.
Bujuk rayu kakak yang semanis madu ditambah naluri kuat sebagai pencinta mie instan sejati AKHIRNYA mengalahkan keenggangan saya.  Singkat kata saat saya memasukkan suapan pertama kok langsung mau suapan yang kedua, ketiga dan tahu-tahu …semua isi  mangkuk sudah pindah ke perut saya. Jadi kesimpulannya? Rasanya enaaakk bangeett dan saya suka.
Karena penasaran kenapa kakak merekomendasikan MI KERING TROPICANA SLIM, saya coba cari tahu lebih jauh di internet. Dari situ saya tahu kalau dalam proses pembuatannya MI KERING TROPICANA SLIM ternyata dipanggang bukannya digoreng seperti  mi instan lainnya sehingga kandungan lemaknya 3x lebih rendah dari pada mi instan lainnya. Kalorinya juga rendah yaitu 2x lebih rendah dari mi instan merek lain. Yang lebih penting lagi, kita tak perlu terlalu khawatir akan terkena hipertentensi. Karena kadar garam pada MI KERING TROPICANA SLIM 2x lebih rendah dari mi instan merek lain.
Jelas sudah terpampang nyata di depan mata deh kalau MI KERING TROPICANA SLIM  adalah mi instan yang sehat.
Setelah tahu fakta-fakta tentang mi instan keluaran TROPICANA SLIM ini saya memutuskan untuk mulai memindahka hati saya pada MI KERING TROPICANA SLIM. Jujur belum bisa sepenuh hati karena saya masih sering tergoda varian rasa dari mi instan merek lain.
Sumber : WWW.TROPICANASLIM.COM
Dua varian MI KERING TROPICANA SLIM yaitu ROAST DUCK LOW FAT NOODLES dan LESS FAT  NOODLES AYAMBAKAR memang enak dan keduanya saya sukai. Tapi mudah-mudahan nantinya TROPICANA SLIM mengeluarkan varian rasa lain. Sehingga makin banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi mi instan sehat dan bagi mereka yang sedang berdiet tapi tetap bisa makan enak.
Saya tahu mengkonsumsi mi instan terlalu banyak dalam jangka panjang memang tak baik untuk kesehatan. Tapi setelah kenal MI KERING TROPICANA SLIM saya bisa bilang, “Makan MI KERING TROPICANA SLIM bikin makan mi ga masalah doooonngg......" 1 komentar